Sabtu, 27 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 242
(Foto: Istimewa)
Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mewujudkan keselamatan berkendara dan penataan ruang jalan yang lebih tertib.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin, bersama perwakilan komunitas pengemudi ojek online, operator transportasi daring, Gojek dan Grab, PT Blue Bird Tbk, Green SM, komunitas keselamatan berkendara, dan Kepolisian.
"ketertiban di jalan dapat terwujud,"
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, penataan parkir dan peningkatan keselamatan berkendara memerlukan keterlibatan seluruh pihak agar solusi yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga fungsi jalan.
“Kami ingin membangun solusi bersama. Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari langkah terbaik. Penataan parkir perlu diiringi dengan penyediaan alternatif yang lebih baik bagi dari para pengemudi sehingga ketertiban di jalan dapat terwujud tanpa mengabaikan kebutuhan mereka dalam melayani masyarakat,” ujarnya, Sabtu (27/6).
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi tersebut, Dinas Perhubungan bersama seluruh mitra akan menyelenggarakan seminar Safety Driving yang diikuti sekitar 200 pengemudi dari berbagai operator taksi dan ojek online.
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman mengenai budaya berkendara yang aman, tertib, dan saling menghormati di jalan, sehingga dapat mendukung keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya.
Budi menyampaikan, selain memperkuat edukasi keselamatan berkendara, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah inisiatif untuk mendukung penataan parkir di Jakarta. Di antaranya penyediaan shelter bagi pengemudi ojek online di kawasan gedung perkantoran, serta kajian mengenai relaksasi parkir yang saat ini masih dibahas bersama operator transportasi daring dan pengelola gedung sebagai salah satu opsi untuk mendukung aktivitas naik dan turun pengemudi juga penumpang tanpa menggunakan badan jalan.
Pada lokasi-lokasi yang dikelola Dinas Perhubungan, penyediaan shelter juga terus didorong. Salah satu fasilitas yang telah tersedia berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang sebagai shelter bagi pengemudi. Ke depan, hasil kolaborasi dengan berbagai pihak tersebut juga diharapkan dapat diwujudkan melalui penyediaan shelter di kawasan gedung-gedung di Jakarta.
“Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembahasan dengan pihak pengelola gedung juga operator ojek online dan operator angkutan penumpang. Selain itu, juga akan ada peresmian shelter ojek online, yang merupakan hasil inisiasi bersama Grab di Wisma Kosgoro dalam waktu dekat ini,” katanya.
Budi menegaskan, kolaborasi dengan komunitas pengemudi bukan merupakan agenda sementara, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar penataan parkir berjalan seiring dengan peningkatan keselamatan berkendara.
“Dengan semangat kolaborasi, kami berharap berbagai solusi yang disiapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang mobilitas untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.