Komisi E Minta Program Kesehatan, Pendidikan dan Sosial Lebih Tepat Sasaran

Rabu, 24 Juni 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 140

3.Pemeriksaan Kesehatan Lansia (1)

(Foto: Andri Widiyanto)

Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta berbagai program yang dijalankan mitra kerja seperti sektor pendidikan, kesehatan, hingga sosial dilaksanakan lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, M Subki saat menyampaikan laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2APBD) Tahun Anggaran 2025.

"Pelaksanaan APBD 2025 berjalan cukup baik,"

Subki mengatakan, secara umum pelaksanaan APBD 2025 telah berjalan cukup baik dengan rata-rata penyerapan anggaran di atas 90 persen. Sementara itu, target pendapatan sebesar Rp3,4 triliun sebagian besar berhasil terpenuhi.

Meski demikian, Komisi E menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama terkait efektivitas penyerapan anggaran dan ketepatan sasaran program.

“Pelaksanaan APBD tahun 2025 telah berjalan cukup baik, namun masih terdapat aspek yang memerlukan perbaikan, khususnya terkait efektivitas penyerapan anggaran dan ketepatan sasaran program,” ujar Subki, Rabu (24/6).

Menurutnya, peningkatan akurasi perencanaan anggaran menjadi hal penting di tengah kebijakan efisiensi. Komisi E, lanjut Subki, menyoroti masih adanya anggaran yang belum terserap optimal di sejumlah perangkat daerah.

“Komisi E meminta laporan kinerja tidak hanya berfokus pada realisasi anggaran, tetapi juga memuat capaian output, outcome, dan dampak program yang dirasakan masyarakat. Akurasi data penerima bantuan sosial juga perlu diperkuat agar penyalurannya lebih tepat sasaran,” jelas Subki.

Pada bidang kesejahteraan sosial, Komisi E merekomendasikan perbaikan akurasi penyaluran bantuan sosial, pemutakhiran data kemiskinan, penyelesaian temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait subsidi pangan, serta penguatan respons terhadap bencana.

Sementara di sektor kesehatan, Subki mendorong optimalisasi penggunaan anggaran pembangunan, kemudahan akses BPJS bagi warga kurang mampu, peningkatan sarana Posyandu lansia, percepatan pembangunan RSUD Koja, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pada bidang perlindungan perempuan dan anak, Komisi E meminta penguatan program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, peningkatan efektivitas layanan perlindungan, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai komunitas.

“Pada sektor kepemudaan dan olahraga, Komisi E mendorong penyelesaian temuan BPK, revitalisasi fasilitas olahraga, peningkatan kualitas venue, serta penyusunan mekanisme pertanggungjawaban kegiatan yang didukung melalui skema CSR dan sponsorship,” katanya.

Komisi E juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan hibah keagamaan. Melalui Biro Pendidikan Mental dan Spiritual (Biro Dikmental), Pemprov DKI diminta menyempurnakan tata kelola hibah keagamaan, memperluas bantuan bagi masjid, musala, dan guru ngaji, mengoptimalkan pemanfaatan dana hibah, hingga meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji.

Di bidang pendidikan, Komisi E mendorong perbaikan data penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), percepatan program sekolah swasta gratis, rehabilitasi sekolah, peningkatan layanan bagi anak berkebutuhan khusus, pengembangan boarding school, serta perluasan akses Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) bagi mahasiswa di perguruan tinggi berakreditasi B dan C.

Adapun pada sektor kebudayaan, Komisi E menyoroti rendahnya realisasi anggaran dan meminta peningkatan kualitas perencanaan kegiatan fisik, pelestarian budaya Betawi, pengembangan kawasan Setu Babakan, serta percepatan pengadaan alat musik tradisional.

“Pada bidang perpustakaan dan kearsipan, Komisi E meminta peningkatan kualitas perencanaan program, penyelesaian temuan BPK, penguatan layanan perpustakaan keliling, serta penyusunan indikator dampak literasi yang lebih terukur,” tandas Subki.

BERITA TERKAIT
Alia noorayu laksono komisi a paripurna dprd fakhri

Komisi A Sampaikan Rekomendasi Raperda P2APBD Tahun 2025

Rabu, 24 Juni 2026 166

Gubernur paripurna 11062026

Gubernur Sampaikan Jawaban Eksekutif Soal P2APBD 2025

Kamis, 11 Juni 2026 441

Fraksi dprd rezap

DPRD DKI Sepakat Lanjutkan Pembahasan Raperda P2APBD 2025

Kamis, 11 Juni 2026 691

BERITA POPULER
750 Warga Terima Bantuan Sosial di Terminal Bus Kampung Rambutan

Pekerja dan Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Dibantu Sembako

Rabu, 17 Juni 2026 7096

600 Substrat Karang Dilepas di Perairan Pulau Pari anita

2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

Selasa, 23 Juni 2026 595

Gubernur pramono haul habaib otoy

Beri Penghormatan Tokoh Betawi, Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib di Monas

Jumat, 19 Juni 2026 781

Gebyar seni budaya setubabakan nur

Rayakan HUT Ke-499 Jakarta, Setu Babakan Gelar Gebyar Seni Budaya

Sabtu, 20 Juni 2026 708

Gub upacara hut 499 jakarta rezap

Menuju Usia Lima Abad, Pramono Minta Masyarakat Jaga Optimisme untuk Jakarta

Senin, 22 Juni 2026 537

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks