Selasa, 23 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 88
(Foto: Anita Karyati)
Pasar Tumbuh yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur dalam rangkaian kegiatan East Jakarta Agriculture Festival (EastJakFest) 2026 berhasil membukukan omzet sebesar Rp77.609.000. Capaian tersebut menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk-produk lokal hasil pelaku usaha dan kelompok tani (Poktan) di Jakarta Timur.
"Membantu para pelaku usaha dan Poktan"
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto mengatakan, kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari kemarin tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga masyarakat umum.
"Alhamdulillah, tentunya kegiatan ini sangat membantu para pelaku usaha dan Poktan dalam memasarkan produk mereka sekaligus meningkatkan pendapatan," ujarnya, Selasa (23/6).
Menurutnya, Pasar Tumbuh tidak hanya diikuti pelaku usaha binaan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, tetapi juga melibatkan Poktan dari berbagai wilayah. Mereka mengelola lahan pertanian terbuka, ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), sekolah, hingga komunitas pertanian perkotaan yang aktif mengembangkan sektor pangan di Jakarta Timur.
Ia memaparkan, Kecamatan Cipayung menjadi penyumbang transaksi terbesar dengan nilai penjualan mencapai Rp 16.453.000. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Pulo Gadung sebesar Rp 9.227.000, Ciracas Rp 9.076.000, dan Cakung Rp 8.993.000.
"Untuk peserta dari Kecamatan Kramat Jati membukukan omzet Rp 8.828.000, Makasar Rp 7.691.000, Matraman Rp 6.095.000, Duren Sawit Rp 4.300.000, Pasar Rebo Rp 3.068.000, serta Jatinegara Rp 2.325.000," bebernya.
Ia menambahkan, kolaborasi bersama sejumlah instansi turut memberikan kontribusi penjualan, yakni Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jakarta sebesar Rp 610.000, serta Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (UPT P2BPT) sebesar Rp 340.000.
"Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan (Pusyankeswannak) turut berkontribusi dengan omzet sebesar Rp 340.000," ungkapnya.
Taufik menginginkan, Pasar Tumbuh dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah promosi, pemasaran, dan penguatan ekonomi masyarakat. Selain mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan produk pertanian, pangan, dan olahan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
"Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan kelompok tani, Pasar Tumbuh diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jakarta Timur," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha kuliner dari Kecamatan Cipayung, Ida (45) mengaku merasakan langsung manfaat penyelenggaraan Pasar Tumbuh. Dalam satu hari kegiatan, ia berhasil meraih omzet sekitar Rp 500 ribu dari penjualan produknya.
"Alhamdulillah, saya selalu mengikuti setiap kegiatan Pasar Tumbuh dan hasilnya cukup memuaskan. Kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku usaha untuk memasarkan produk sekaligus menambah pelanggan," tandasnya.