Selasa, 23 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 206
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 30 peserta atau 15 pasang finalis Abang dan None (Abnon) Kepulauan Seribu 2026 mengikuti masa karantina dan pembekalan intensif yang berlangsung sejak 9 Juni hingga 17 Juli 2026.
"Menjadi agen perubahan"
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu, Fahmi Ardi Ramlan mengatakan, masa karantina bukan sekadar ajang pelatihan rutin, melainkan proses pembentukan karakter bagi calon duta wisata. Seluruh finalis dipersiapkan untuk menjadi representasi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif di wilayah Kepulauan Seribu.
"Abnon diharapkan tidak hanya menjadi figur representatif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui ide, inovasi, serta aksi nyata dalam mendukung pembangunan pariwisata," ujarnya, Selasa (23/6).
Fahmi menjelaskan, selama masa karantina para peserta mendapatkan materi komprehensif dari dewan juri dan narasumber profesional. Materi yang diberikan meliputi bidang pariwisata, ekonomi kreatif, pemerintahan, budaya Betawi, psikologi, komunikasi, bahasa asing, etiket, hingga hubungan internasional.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan teknis, seperti berbicara di depan umum (public speaking), keprotokolan, serta pelatihan koreografi untuk malam final.
"Semoga melalui pembekalan ini para finalis dapat tumbuh menjadi generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan berwawasan global. Gelar bukanlah tujuan akhir, melainkan dampak positif yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar," terangnya.
Ia berharap, perwakilan Kepulauan Seribu mampu menampilkan performa terbaik dan meraih prestasi tertinggi pada ajang Pemilihan Abang dan None Jakarta tingkat provinsi.
Sementara itu, Kepala Seksi Atraksi, Pemasaran, dan Ekonomi Kreatif Sudin Parekraf Kepulauan Seribu, Chairul Anwar menambahkan, antusiasme pemuda pada penyelenggaraan tahun ini cukup tinggi. Tercatat sebanyak 196 peserta mendaftar melalui aplikasi, terdiri atas 79 peserta Abang dan 117 peserta None.
"Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 30 finalis terbaik yang terdiri dari 15 pasang Abang dan None untuk mengikuti seluruh rangkaian karantina dan pemilihan," bebernya.
Ia menuturkan, salah satu pembeda pada penyelenggaraan tahun ini adalah penguatan peran Abnon sebagai agen perubahan melalui kampanye lingkungan yang sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Jaga Jakarta melalui gerakan Pilah Sampah dari Sumber.
Kampanye tersebut diwujudkan melalui aksi nyata saat kegiatan island hopping di sejumlah pulau di Kepulauan Seribu. Para finalis terlibat langsung dalam edukasi dan aksi kepedulian lingkungan untuk mendukung terciptanya destinasi wisata yang bersih dan berkelanjutan.
"Melalui kegiatan ini, Abnon tidak hanya hadir sebagai duta promosi, tetapi juga sebagai penggerak masyarakat dalam menciptakan destinasi wisata yang lebih bersih dan berkelanjutan," tandasnya.