Senin, 22 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 198
(Foto: Andri Widiyanto)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, berharap Berita Jakarta sebagai kanal resmi Pemprov DKI mampu berkembang memproduksi berbagai produk digital melalui layanan over the top (OTT).
Harapan ini disampaikan Rano, saat menghadiri perayaan HUT Berita Jakarta ke-26 di Ruang Multimedia, Lantai 2 Blok F Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/6).
Ini adalah satu pemikiran progresif
"Mungkin dulu awalnya hanya fokus pada berita. Namun, jika kita ingin masuk ke dunia OTT (Over-the-Top) sekarang, harus berkembang," katanya.
Dijelaskan Rano, layanan fitur OTT tidak hanya soal berita tapi juga talk show, podcast dan beragam produk entertain lainnya. Karena itu, penamaan Berita Jakarta menurut Rano juga perlu dikaji apakah masih cukup relevan.
Menurut Rano, peluang Berita Jakarta mengembangkan layanan OTT sangat terbuka lebar. Berbagai konten yang diproduksi oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta juga selama ini memiliki potensi yang sangat besar.
Apalagi, ungkap Rano, jajarannya telah merancang berbagai event untuk diselenggarakan ke depan seperti Jak Festival dan Youth Talent Festival. Beragam event tersebut, kata Rano, menjadi peluang lantaran membutuhkan media penanganan.
Dikatakan Rano, dengan berbagai kelebihan dan peluang tersebut lah yang mengakibatkan DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang diundang dalam kegiatan Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua Bali.
"Berbagai platform OTT seperti Netflix pun telah melihat perkembangan dan peotensi Jakarta," tukasnya.
Sebab itu, Rano berharap Berita Jakarta bisa meningkatkan kapasitas mulai dari SDM hingga infrastruktur.
Sebab itu, Ia mendorong Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta untuk melakukan peningkatan kapasitas SDM melalui workshop dan pembelian alat baru agar lebih mumpuni dalam proses produksi.
Berbagai peningkatan ini diyakini akan mendongkrak kapasitas dan layanan yang dimiliki. Sehingga nantinya, konten-konten yang diproduksi Diskominfotik DKI Jakarta juga memiliki potensi besar untuk diangkat dalam kerangka yang lebih luas.
"Bukan tanpa sengaja Ibu Dewi saya pindah tugas dari Biro KSD ke Dinas Kominfotik, karena ada tujuan yang ingin kita capai. Ini adalah satu pemikiran progresif jika kita ingin meningkatkan PAD dari sektor hiburan," tandasnya.