Rabu, 17 Juni 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 208
(Foto: Istimewa)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memanfaatkan momentum Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua Bali, untuk menjalin komunikasi dan berkolaborasi dengan stakeholders strategis di industri hiburan dan teknologi. Salah satunya, Rano melakukan pertemuan dengan pihak Netflix di arena (APOS) 2026.
Pada kesempatan ini, Netflix menjabarkan perjalanan 10 tahun bisnis Netflix di Asia Pasifik khususnya Indonesia, kekuatan konten lokal serta animo penikmat Netflix yang luar biasa menjadi katalis streaming platform ini terus berkembang.
Kami mengundang Netflix mendukung dan hadir dalam Jakarta Film Summit 2026 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026
Director Public Policy Netflix Asia Pacific, Ruben Hattari menyatakan, kekuatan konten dan viewers di Asia Tenggara sangat luar biasa mendorong pertumbuhan bisnis Netflix.
Pihaknya pun sangat yakin kekuatan konten lokal yang luar biasa mampu mendorong pertumbuhan bisnis Netflix di Indonesia, seperti Gadis Kretek hingga Abadi Nan Jaya yang sukses di Netflix World Wide.
"Ke depan tentu kami berharap bisa banyak bekerja sama dengan Jakarta tidak hanya untuk produksi tapi juga pengembangan talent di bidang film" ujar Ruben.
Kemudian, upaya networking dilanjutkan dengan Private Meeting bersama Vice President Netflix Asia Pacific Andrew Ure, serta Sung Q Lee Senior Director Production Netflix.
Pertemuan itu dalam rangka penambahan jumlah produksi konten Netflix di Jakarta setelah kesuksesan produksi Film Original Netflix Tygo : Extraction pada kuartal pertama tahu. 2026.
"We're very glad to meet you Mr.Vice Governor Rano, and we really thanks for your support in production Tygo Extraction, we're very amaze with your ambition towards Jakarta as City of Film we believe that Jakarta can be the best shooting locations in South East Asia" kata Andrew Ure, Vice President Netflix in Public Policy and Global Affairs Asia Pacific.
Hal senada disampaikan Sung Q Lee Senior Director Production Netflix. Ia juga mengaku cukup terkejut saat proses Tygo Extraction Production pihaknya didukung penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Since it's not our country we don't know who to talk dan discuss about this , Jakarta Government was helping us to do the shooting smooth for maybe 50 days in Kota Tua Jakarta it was amazing thank you" ujar Sung Q Lee.
Kepercayaan Netflix untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukan hanya tentang investasi atau kepentingan bisnis. Lebih dari itu, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan talenta lokal, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pariwisata, serta berbagai program yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berterima kasih pada Netflix atas kepercayaannya memilih Jakarta sebagai lokasi shooting film internasional.
Kepercayaan tersebut, menurut Rano, menjadi bukti bahwa Jakarta semakin dipandang sebagai kota yang siap tumbuh menjadi pusat industri kreatif bertaraf global.
"Saya sangat berterima kasih pada Netflix, dan ini bukan hanya ambisi namun visi besar saya agar film dan sektor ekonomi kreatif lainnya dapat membawa dampak ekonomi yang nyata bagi kota Jakarta," paparnya.
Sebab itu, ucap Rano, Pemprov DKI sangat mendukung kerja sama jangka panjang yang dilakuan kedua belah pihak. Tidak hanya terkait produksi, namun juga pengembangan film.
"Kami mengundang Netflix mendukung dan hadir dalam Jakarta Film Summit 2026 yang akan dilaksanakan pada Oktober 2026," tambahnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Andhika Permata menambahkan, sub-sektor film yang juga terdapat musik, fashion dan kuliner di dalamnya dapat tumbuh pesat sejalan dengan produksi film internasional di Jakarta.
Ke depan, Andika menyebut setidaknya ada tiga judul film maupun serial Netflix yang akan diproduksi di Jakarta. Tidak hanya itu Jakarta dan Netflix secara khusus akan menggelar program pengembangan sumber daya manusia bidang film untuk menjawab tantangan kebutuhan industri.
"Disparekraf mendukung penuh program Jakarta Kota Sinema dan kami totalitas menjalankannya karena kami yakin sub sektor ekonomi kreatif dapat mendongkrak perekonomian Jakarta bahkan juga berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan domestik dan internasional untuk berkunjung ke Jakarta," tandasnya.