Rabu, 17 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 216
(Foto: Folmer)
Seluruh pengurus RT dan warga RW 03 Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, bertekad untuk meraih penghargaan dalam ajang Program Kampung Iklim (Proklim) utama tingkat nasional 2026.
Ketua Proklim RW 03 Menteng, Muhammad Taufik mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengelolaan sampah yang dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya maggot.
Kembangkan budidaya maggot, kompos cair dan eco enzim
"Alhamdulillah, warga RW 03 Menteng sudah melakukan pemilahan sampah untuk pengembangan budidaya magot di halaman sekretariat RW," ujar ujar Taufik, Rabu (17/6).
Selain budidaya magot, lanjut Taufik, pihaknya juga mengembangkan eco enzim dan kompos cair dari hasil olahan sampah sampah organik warga.
"Kompos cair murni yang diolah dari sampah organik warga menghasilkan 25 liter tiap dua bulan," ungkapnya.
Ditambahkan Taufik, pihaknya juga gencar memberdayakan bank sampah di wilayahnya untuk menampung sampah anorganik warga.
"Saat ini ada 40 warga yang jadi nasabah dan rutin menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah. Setiap bulan, bank sampah ini bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp2,5 juta," bebernya.
Ia menjelaskan, pihaknya menargetkan peningkatan pemilahan sampah dari sumber dari 20 menjadi 65 persen atau 400 dari total 717 rumah di RW 03 Menteng hingga akhir 2026.
"Kami targetkan sampah residu yang dibuang ke TPST Bantar Gebang berkurang dari satu ton menjadi 300 kilogram," tukasnya.
Dia berharap, semua upaya yang terus dimaksimalkan dapat meraih penghargaan Proklim tingkat nasional tahun ini.
Untuk diketahui, RW 03 Menteng terpilih menjadi salah satu dari liam RW yang akan jadi wakil Jakarta Pusat di ajang Proklim tingkat nasional 2026.
Empat RW lainnya, yaitu RW 06 Kelurahan Petamburan, RW 04 Duri Pulo, RW 09 Kemayoran, dan RW 03 Kelurahan Kartini.