25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 430

25 Ribu Rumah Tangga di Jakut Sudah Aktif Pilah Sampah

(Foto: Anita Karyati)

Gerakan pemilahan sampah dari sumber terus menunjukkan perkembangan positif di Jakarta Utara. Hingga saat ini, sebanyak 25.000 rumah tangga tercatat sudah aktif memilah sampah secara mandiri sebagai upaya mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

"Pengurangan sampah terbaik"

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Utara, Edy Mulyanto mengatakan, keberhasilan tersebut didukung oleh implementasi program pemilahan sampah yang telah berjalan di 460 Rukun Warga (RW). Untuk mendukung program tersebut, pihaknya mendistribusikan sebanyak 1.380 unit tong drop point khusus sampah organik.

"Setiap RW percontohan mendapatkan alokasi tiga unit sarana drop point untuk sampah organik yang dapat dimanfaatkan langsung oleh warga," ujarnya, Rabu (10/6).

Edy menjelaskan, partisipasi aktif puluhan ribu rumah tangga tersebut mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Selain sampah organik, pengelolaan sampah anorganik juga terus dioptimalkan melalui Bank Sampah Unit (BSU) yang telah tersedia di setiap RW. 

"Salah satu contoh keberhasilan dapat dilihat di Kelurahan Rorotan yang telah mencapai tingkat partisipasi warga sebesar 100 persen dalam melakukan pemilahan sampah dari rumah," terangnya.

Menurutnya, upaya tersebut juga berdampak pada penurunan volume sampah yang dihasilkan. Rata-rata setiap kelurahan mampu mengurangi timbulan sampah sebanyak enam hingga tujuh ton per hari.

"Capaian ini menempatkan Jakarta Utara sebagai wilayah dengan kinerja pengurangan sampah terbaik di Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya.

Edy menuturkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), hingga kelompok Dasa Wisma yang secara aktif melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat melalui pendekatan dari rumah ke rumah.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pengurangan sampah residu yang dikirim ke TPST Bantargebang hingga 50 persen pada 1 Agustus mendatang.

"Penguatan pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, dukungan infrastruktur pengolahan sampah juga terus ditingkatkan melalui fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan," ucapnya.

Ia memaparkan, dengan kapasitas pengolahan mencapai 2.500 ton sampah per hari, fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap seluruh produksi sampah harian Jakarta Utara yang saat ini berkisar 1.400 ton per hari.

"Meskipun perubahan perilaku masyarakat membutuhkan proses dan waktu, kami optimistis target pengurangan sampah di Jakarta Utara dapat tercapai sesuai dengan peta jalan yang sudah ditetapkan," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Warga pilah sampah ilustrasi

44 Lurah di Jakpus Diminta Masifkan Gerakan Pemilahan Sampah

Selasa, 09 Juni 2026 509

Pramono pilah sampah rasuna said bilal

Lomba Pilah Sampah Sektor Horeka, Pemprov DKI Siapkan Insentif Pajak

Minggu, 07 Juni 2026 1077

PSX 20260609 145025

Pemkab Kepulauan Seribu Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Selasa, 09 Juni 2026 388

BERITA POPULER
Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 889

Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 1759

Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 1388

IMG 20260727 WA0051

Hadapi Disrupsi Digital, KPID Dorong Literasi Media Lewat Televisi dan Radio

Senin, 27 Juli 2026 521

Pramono Intruksikan Pengangkutan Timbunan Sampah di Penjaringan dan Pasar Minggu

Pemprov Beri Teguran Keras Pembuang Sampah di RTH Penjaringan

Minggu, 26 Juli 2026 662

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks