Selasa, 09 Juni 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 130
(Foto: Andri Widiyanto)
Sebanyak 700 peserta dari 110 Taman Kanak-kanak (TK) mengikuti Kejuaraan Olahraga Usia Dini Tahun 2026 di Lapangan Baseball Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Pelaksanaan lomba dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Andri Yansyah.
"Menggiatkan kembali olahraga"
Andri mengatakan, kejuaraan ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya olahraga sejak usia dini sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial.
"Ini bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggiatkan kembali olahraga, khususnya olahraga tradisional di kalangan anak usia dini. Melalui kegiatan ini kami juga ingin mencari bibit unggul yang nantinya dapat berprestasi di berbagai cabang olahraga,” ujarnya, Selasa (9/6).
Andri menjelaskan, dalam kejuaraan tersebut para peserta berkompetisi pada lima nomor perlombaan, yakni futsal, senam shadow putra-putri, estafet putra-putri, dan lempar bola.
"Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan piala dan piagam penghargaan bagi para pemenang di setiap cabang perlombaan," terangnya.
Menurutnya, pembiasaan olahraga sejak dini penting untuk membentuk generasi yang sehat, bugar, dan berkarakter. Peserta yang mengikuti kegiatan ini.diharapkan dapat terus mengembangkan minat dan bakatnya hingga menjadi atlet berprestasi yang membanggakan Indonesia.
"Anak-anak yang gemar berolahraga akan memiliki kebugaran yang baik sehingga dapat mendukung prestasi di bidang lainnya. Kami berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet masa depan Indonesia," ungkapnya.
Tidak hanya berfokus pada olahraga, lanjut Andri, kejuaraan ini juga dikemas dengan edukasi lingkungan melalui kampanye pilah sampah. Para peserta diajak mengenal pentingnya memilah sampah sejak dini dan membuat konten media sosial bertema pilah sampah.
"Peserta dengan jumlah tayangan dan komentar terbanyak berkesempatan mendapatkan hadiah suvenir," ucapnya.
Sementara itu, Guru TK Al Khidmat Jatinegara, Novita Fajaria mengaku mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Sebab, kompetisi ini dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi sarana menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.
"Kami dari guru dan anak-anak sangat antusias. Anak-anak terlihat bersemangat mengikuti lomba. Kegiatan seperti ini sangat positif karena bisa melatih keberanian, sportivitas, dan kerja sama mereka," imbuhnya.
Novita berharap, kejuaraan serupa dapat kembali digelar pada tahun ajaran mendatang agar semakin banyak anak yang memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga.
"Terpenting bagi anak-anak adalah tetap semangat dan menikmati prosesnya, apa pun hasil yang diperoleh," tandasnya.