Jumat, 05 Juni 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 104
(Foto: Folmer)
Program pemilahan sampah dari sumbernya mulai diterapkan di lokasi pemukiman warga RT 01/RW 05 Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat sejak awal Juni 2026
Warga secara mandiri sudah memilah sampah aroganik, organik dan residu dari rumah masing masing sebelum diangkut petugas kebersihan setiap hari.
Jika sampah belum dipilah, tidak akan diangkut petugas kebersihan
Plt Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Kusno Sujarwadi mengatakan, pihaknya bersinergi dengan pengurus RT dan RW turun langsung ke rumah warga untuk melakukan aksi pemilahan sampah dari sumbernya sejak 2 Juni 2026.
"Jika sampah dari rumah warga belum dipilah, tidak akan diangkut petugas kebersihan," ucapnya,Jumat (5/6).
Ia mengungkapkan, volume sampah organik yang sudah dipilah warga RT 01/RW 05 sekitar 350 kilogram setiap harinya. Selanjutnya, sampah dibawa ke TPS 3R Rawasari untuk diolah menjadi pupuk kompos dan budidaya magot.
Sedangkan, sampah anorganik dibawa ke bank sampah RW 05 Menteng. Untuk sampah residu sekitar 150 kilogram yang diangkut dari pemukiman warga ditampung ke Satpel LH Kecamatan Menteng untuk selanjutnya dibuang ke TPST Banter Gebang.
Selain dari rumah warga, jelas Kusno, pihaknya juga telah melakukan pengangkutan sampah organik dari beberapa rumah makan dan hotel di Kecamatan Menteng.
'Alhamdulilah volume sampah dari Kecamatan Menteng yang dibuang ke TPST Bantar Gebang saat ini berkurang sekitar 30 persen," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya secara bertahap melakukan aksi nyata pemilahan sampah kepada warga di lima kelurahan dengan menggandeng pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat.
"Kami mengajak warga di lima kelurahan mulai pemilahan sampah dari sumber," tandasnya.