Jumat, 29 Mei 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 104
(Foto: Folmer)
Warga RW 06 Kelurahan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/5), diedukasi tentang pemilahan sampah dari sumbernya.
Wakil Camat Senen, Sendi Yusup Maulana mengatakan, sosialisasi dan edukasi ini diikuti seluruh pengurus RT/RW kader Dasawisma, Jumantik, PKK, Karang Taruna, FKDM, dan LMK .
Terapkan sistem monitoring digital
"Kami meminta pengurus RT/RW, kader Dasawisma, Jumantik, PKK, Karang Taruna, FKDM, dan LMK se RW 06 Kramat menjadi pelopor dari gerakan pemilahan dan pengurangan sampah yang mulai diterapkan 1 Agustus mendatang," ujar Sendi.,
Ia mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan sistem monitoring digital menggunakan tautan Bitly untuk memantau konsistensi warga di wilayahnya melakukan pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber.
"Penerapan sistem monitoring digital untuk mengetahui perkembangan pemilahan sampah di tiap rumah, RT, dan RW yang terus diperbarui," ungkapnya.
Ia juga mengimbau pengurus RT dan RW beserta kader untuk memberikan contoh nyata dan membagikan aktivitas pemilahan sampah berupa foto atau video ke grup komunikasi warga.
Ia juta tidak menampik kekhawatiran pengurus RT, perihal keberadaan sampah kiriman dari luar lingkungan
"Yang dikhawatirkan para Ketua RT yakni sampah yang dibuang oleh bukan warga sekitar melainkan pengguna jalan atau pedagang yang melihat ada gerobak lalu ikut membuang," paparnya.
Ia berharap, sosialisasi yang digelar di sekretariat RW 06 Kramat berdampak terhadap kesadaran warga meningkat
"Sosialisasi serupa akan terus digencarkan di seluruh kelurahan, sehingga target pengurangan sampah 50 persen dibuang ke TPST Bantargebang terealisasi," ucapnya.
Sementara Ketua RW 06 Kramat, Suryadi, menegaskan komitmen mengawal program ini agar berjalan optimal dengan mengajak lapisan masyarakat untuk disiplin memilah sampah dari rumah.
"Alhamdulilah, warga RT 07/RW 06 Kramat secara mandiri sudah memisahkan sampah organik dan anorganik," akunya.