Rabu, 03 Juni 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 119
(Foto: Istimewa)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak seluruh warga mengambil peran nyata dalam menjaga kualitas udara melalui gerakan kolaboratif #SatuLangkahDulu.
Kampanye yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara ini mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari lingkungan masing-masing demi mewujudkan udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.
"menghadirkan perubahan nyata,"
Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari mengatakan, kualitas udara masih menjadi salah satu tantangan besar bagi Jakarta karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga.
“Setiap langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama akan membentuk gerakan kolektif yang mampu menghadirkan perubahan nyata,” ujarnya, Rabu (3/6).
Ia menyampaikan, melalui kampanye #SatuLangkahDulu, DLH DKI Jakarta ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi, baik melalui kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, maupun challenge untuk warga Jakarta.
Gerakan ini melibatkan pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama menghadirkan perubahan melalui aksi sehari-hari yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari mengurangi sumber emisi, menggunakan transportasi ramah lingkungan, hingga membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap kualitas udara.
Menurutnya, mewujudkan udara bersih di Jakarta tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pengendalian pencemaran udara membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar upaya yang dijalankan dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan.
“Menjelang lima abad Jakarta, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk mewariskan kota dengan udara yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi mendatang,” ucapnya.
Purwanti menjelaskan, puncak rangkaian aktivasi #SatuLangkahDulu akan digelar melalui Jakarta Eco Future Fest 2026 di Balai Kota DKI Jakarta pada 3–4 Juli 2026.
“Kegiatan tersebut menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak sekaligus festival bertema keberlanjutan terbesar di Jakarta,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Layanan Iklim Terapan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Marjuki mengatakan, tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks akibat laju urbanisasi, pembangunan kota yang masif, serta dampak perubahan iklim global yang berpadu dengan karakteristik iklim perkotaan seperti urban heat island.
Ia menambahkan, BMKG terus berkomitmen menyediakan informasi kualitas udara dan memperkuat literasi iklim kepada masyarakat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, hingga panduan aktivitas harian masyarakat untuk meminimalkan risiko paparan polusi udara.
“Karena itu, kita membutuhkan aksi bersama seperti #SatuLangkahDulu sebagai pemantik perubahan perilaku masyarakat secara nyata, inklusif, dan berkelanjutan,” tandasnya.