BUMD Diminta Lebih Kreatif Tingkatkan Pendapatan Perusahaan

Sabtu, 30 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 734

Dimaz Raditya komisi C ist

(Foto: Istimewa)

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya meminta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk lebih kreatif mengembangkan usaha sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Dimaz, secara umum program yang dijalankan BUMD berjalan baik dan diharapkan menjadi bahan masukan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"bagaimana mensinergikan ide,"

“Program-programnya baik-baik saja, bagus-bagus tentunya. Mudah-mudahan bisa dijadikan masukan buat teman-teman BUMD untuk RKPD yang kita bahas pada pembahasan KUA-PPAS nanti,” ujar Dimaz, Sabtu (30/5).

Ia menyampaikan, subsidi besar masih digelontorkan pada sektor layanan transportasi.

Menurutnya, subsidi memang masih dibutuhkan masyarakat. Namun, beban APBD yang terdampak penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) membuat Pemprov DKI perlu mencari skema lain agar subsidi dapat ditekan tanpa mengurangi pelayanan publik.

Dimaz pun mendorong Transjakarta untuk menghadirkan inovasi dan program yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD.

“Makanya saya kasih tantangan kepada Transjakarta bagaimana mensinergikan ide yang bagus atau program yang baik bisa mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang itu masih besar, tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dimaz menilai, wacana kenaikan tarif Transjakarta masih perlu dikaji secara matang. Sebab, saat ini kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat belum mendukung kebijakan kenaikan tarif dalam waktu dekat.

“Kalau dinaikkan tarif sekarang mungkin belum tepat. Namun ini juga jadi dilema karena angka APBD kita berkurang jauh akibat DBH berkurang,” ucapnya.

Ia menyebut, opsi penyesuaian tarif masih menjadi salah satu alternatif yang tengah dikaji oleh Transjakarta untuk mengurangi beban subsidi.

Lebih lanjut, Dimaz juga menaruh harapan besar terhadap transformasi PAM Jaya. Ia berharap, perubahan status tersebut dapat membuat perusahaan lebih fleksibel mengembangkan bisnis sekaligus mempercepat capaian target layanan air bersih warga Jakarta.

“Saya harap PAM bisa mempercepat target untuk 100 persen cakupan layanan air di Jakarta,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ghozi Zulazmi dprd ist

CSR BUMD Didorong Fokus Tangani Sampah Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 860

Ghozi Zulazmi dessy

Program CSR BUMD Harus Selaras RPJMD

Sabtu, 02 Mei 2026 888

Bus sekolah ramah disabilitas rezap3

Sektor Transportasi hingga BUMD Jadi Catatan dalam LKPJ Gubernur 2025

Kamis, 30 April 2026 608

BERITA POPULER
IMG 20261104 WA0056

Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Tutup Usia

Rabu, 04 November 2026 18926

Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7314

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4990

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3716

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp plus jati2

Pemprov DKI Salurkan KJP Plus Tahap II dan KJMU Tahun 2026

Rabu, 04 November 2026 1388

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks