BUMD Diminta Lebih Kreatif Tingkatkan Pendapatan Perusahaan

Sabtu, 30 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 517

Dimaz Raditya komisi C ist

(Foto: Istimewa)

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya meminta, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk lebih kreatif mengembangkan usaha sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut Dimaz, secara umum program yang dijalankan BUMD berjalan baik dan diharapkan menjadi bahan masukan pembahasan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"bagaimana mensinergikan ide,"

“Program-programnya baik-baik saja, bagus-bagus tentunya. Mudah-mudahan bisa dijadikan masukan buat teman-teman BUMD untuk RKPD yang kita bahas pada pembahasan KUA-PPAS nanti,” ujar Dimaz, Sabtu (30/5).

Ia menyampaikan, subsidi besar masih digelontorkan pada sektor layanan transportasi.

Menurutnya, subsidi memang masih dibutuhkan masyarakat. Namun, beban APBD yang terdampak penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) membuat Pemprov DKI perlu mencari skema lain agar subsidi dapat ditekan tanpa mengurangi pelayanan publik.

Dimaz pun mendorong Transjakarta untuk menghadirkan inovasi dan program yang mampu meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD.

“Makanya saya kasih tantangan kepada Transjakarta bagaimana mensinergikan ide yang bagus atau program yang baik bisa mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang itu masih besar, tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dimaz menilai, wacana kenaikan tarif Transjakarta masih perlu dikaji secara matang. Sebab, saat ini kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat belum mendukung kebijakan kenaikan tarif dalam waktu dekat.

“Kalau dinaikkan tarif sekarang mungkin belum tepat. Namun ini juga jadi dilema karena angka APBD kita berkurang jauh akibat DBH berkurang,” ucapnya.

Ia menyebut, opsi penyesuaian tarif masih menjadi salah satu alternatif yang tengah dikaji oleh Transjakarta untuk mengurangi beban subsidi.

Lebih lanjut, Dimaz juga menaruh harapan besar terhadap transformasi PAM Jaya. Ia berharap, perubahan status tersebut dapat membuat perusahaan lebih fleksibel mengembangkan bisnis sekaligus mempercepat capaian target layanan air bersih warga Jakarta.

“Saya harap PAM bisa mempercepat target untuk 100 persen cakupan layanan air di Jakarta,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Ghozi Zulazmi dprd ist

CSR BUMD Didorong Fokus Tangani Sampah Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 475

Ghozi Zulazmi dessy

Program CSR BUMD Harus Selaras RPJMD

Sabtu, 02 Mei 2026 543

Bus sekolah ramah disabilitas rezap3

Sektor Transportasi hingga BUMD Jadi Catatan dalam LKPJ Gubernur 2025

Kamis, 30 April 2026 381

BERITA POPULER
Ratusan Personel Gabungan Gelar Razia Parkir Liar di Jaktim

Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Senin, 08 Juni 2026 2703

Ketua dprd dki suhud

Program Padat Karya Perluas Kesempatan Kerja Warga Jakarta

Rabu, 10 Juni 2026 1360

Sampah laut Jakarta bilal

Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

Minggu, 07 Juni 2026 1765

IMG 20260610 WA0101

20 Motor Dikenakan Sanksi Cabut Pentil di Menteng

Rabu, 10 Juni 2026 1034

IMG 20260611 WA0092

130 Kendaraan Uji Emisi Gratis di Rusun Pasar Rumput

Kamis, 11 Juni 2026 792

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks