Sabtu, 23 Mei 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 139
(Foto: Istimewa)
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) rampung menggelar Cipta Art Award 2026 bertajuk PRASRAVANA: Dari Benih ke Bentang. Hasilnya, 12 nama terpilih menjadi pemenang dari tiga kategori jenis lomba.
Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi mengatakan, Cipta Art Award 2026 menegaskan komitmen pihaknya dalam membangun infrastruktur kultural yang berkelanjutan melalui sistem apresiasi yang kredibel, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan pengetahuan seni rupa.
Memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia
"Ajang apresiasi seni rupa ini dirancang untuk memperkuat ekosistem seni rupa kontemporer Indonesia,sekaligus membuka ruang bagi munculnya praktik artistik baru yang relevan, kritis, dan eksperimental," ujarnya, melalui rilis yang diterima Redaksi Berita Jakarta,Sabtu (23/5).
Bambang berharap, program ini dapat menjadi salah satu barometer perkembangan seni rupa Indonesia sekaligus ruang tumbuh bagi generasi baru perupa Indonesia.
Menurutnya, program ini menjadi inisiatif perdana Komite Seni Rupa DKJ dalam menghadirkan penghargaan seni rupa berskala nasional yang tidak hanya berfokus pada capaian visual karya, tetapi juga kedalaman konseptual, kontribusi terhadap diskursus seni rupa, serta relevansi sosial-budaya dari praktik artistik yang berkembang saat ini.
Mengambil istilah Sanskerta “Prasravana” yang berarti mata air atau sumber kehidupan, tema “Dari Benih ke Bentang” merefleksikan gagasan tentang pertumbuhan: bagaimana sesuatu yang kecil dan nyaris tak terlihat dapat berkembang menjadi lanskap yang luas dan bermakna
"Dalam konteks seni rupa, tema ini menjadi metafora bagi lahirnya gagasan, praktik artistik, hingga ekosistem yang terus bertumbuh dan berkelanjutan," terangnya.
Ketua Komite Seni Rupa DKJ, Danny Yuwanda menambahkan, Cipta Art Award menjadi ruang pertemuan lintas generasi perupa, kurator, akademisi, kolektor, komunitas seni, hingga publik luas.
Melalui mekanisme seleksi berbasis kuratorial yang transparan dan argumentatif, program ini juga diarahkan untuk memetakan perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia, sekaligus memperkuat posisi seni rupa Indonesia dalam percakapan regional maupun global.
Pada akhirnya, dewan juri yang terdiri atas Evelyn Huang, Asikin Hasan, dan Ilham Nurjadin menetapkan 20 peserta sebagai finalis.
Dari jumlah tersebut, lima peserta terpilih sebagai pemenang Cipta Wiyata, dua peserta meraih penghargaan Cipta Adiwarna, dan lima lainnya dinobatkan sebagai pemenang Cipta Nawasena.
“Pemenang telah diumumkan 17 Mei lalu di Teater Wahyu Sihombing. Cukup sulit memilih pemenang, karena banyak karya-karya segar yang dikirim oleh peserta,” akunya.
Dewan Juri Lomba, Evelyn Huang menerangkan, proses penentuan pemenang tidak berlangsung singkat lantaran Dewan Juri membutuhkan waktu lebih panjang karena ada perbedaan cara pandang dalam menilai karya para finalis.
Meskipun setiap kategori telah memiliki kriteria yang jelas, masing-masing juri tetap memiliki penekanan penilaian yang berbeda.
Ia menjelaskan, di antara para juri terdapat irisan perspektif dan perbedaan pendekatan dalam melihat kualitas karya. Di sisi lain, terdapat pula pandangan yang lebih menyoroti penguasaan visual dan teknik.
Namun, ditegaskan Evelyn, sebagian juri menilai tahap penguasaan medium harus menjadi kemampuan dasar seorang seniman.
Karena itu, perhatian penilaian tidak lagi semata-mata diarahkan pada teknik, melainkan pada eksplorasi artistik dan keberanian pengembangan gagasan yang ditawarkan melalui karya.
“Perdebatan semacam itu yang membuat sebenarnya proses penjurian ini menjadi sangat bermakna untuk program award seperti ini,” imbuhnya.
Anggota Komite Seni Rupa DKJ, Wina Luthfiyya Ipnayati menegaskan penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi etalase bagi perupa muda di DKJ Jakarta.
“Tapi juga jadi penentu arah seni rupa ke depan,” tandasnya.
Sebagai informasi, seluruh karya finalis Cipta Art Award 2026 dipamerkan di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki. pada 18-24 Mei 2026, pukul 10.00-19.00.
Program Cipta Art Award 2026 ini didukung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki dan dimeriahkan penampilan Swaramangun
Berikut nama-nama pemenang Cipta Art Award 2026 :
Pemenang Cipta Wiyata :
- Ismayanti
- Karin Josephina Tani Tantiana
- Iqbal Devriyanto
- Ainur Kaheqsi
- Asmoadji
Pemenang Cipta Adiwarna :
- Maryo Pratama
- Krisnan Panca Nugroho
Pemenang Cipta Nawasena :
- Yosua Reydo Respat
- Bagus Sesar Eko Jaeinuri
- Dhanny Sanjaya
- Tahnia Ahista Nareswari
- Angela Sunaryo