Selasa, 19 Mei 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Budhy Tristanto 298
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pelajar dan kreator konten mengikuti kegiatan Program Pengenalan 12 Jalur Destinasi Wisata Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan mempromosikan sejarah, budaya, serta potensi wisata pesisir di wilayah Jakarta Utara.
Sekretaris Kota (Sekko) Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi, yang melepas langsung para peserta, menyatakan bahwa program ini merupakan pintu masuk untuk mengeksplorasi kekayaan wilayah.
Mengenalkan wisata pesisir sebagai cikal bakal sejarah Jakarta
Ia menekankan bahwa potensi wisata di Jakarta Utara jauh lebih luas dari sekadar titik-titik yang sudah ditentukan.
“Sebetulnya bukan hanya 12 destinasi yang bisa dieksplorasi. Masih banyak potensi kuliner, seni budaya, dan sejarah lokal Jakarta Utara yang perlu digali dan diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (19/5).
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah menjelaskan, kegiatan ini dibagi menjadi dua rute perjalanan edukatif.
Rute pertama meliputi kawasan bersejarah di Jakarta Utara bagian barat, yakni Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, dan Menara Syahbandar.
Sedangkan rute kedua fokus pada wisata sejarah dan religi di sisi timur, mencakup Kampung Tugu, Rumah Si Pitung, dan Masjid Al Alam Marunda.
“Total peserta sebanyak 50 orang, terdiri dari siswa Sekolah Rakyat Ancol, kreator konten, serta peserta dari jalur open call. Tujuannya untuk mengenalkan wisata pesisir sebagai cikal bakal sejarah Jakarta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, filosofi “12 Destinasi Wisata” diibaratkan seperti jarum jam yang terus berputar dan kembali lagi sebagai simbol kesinambungan sejarah dan budaya Jakarta Utara.
“Jangan sampai sejarah dan budaya Jakarta Utara terlupakan meski kini berkembang menjadi kawasan industri dan pelabuhan,” tandasnya.