Pemkot Jaksel-KAI Sosialisasikan Penutupan Perlintasan Sebidang Kereta

Rabu, 13 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 630

Sosialisasi perlintasan kereta api tiyo

(Foto: Tiyo Surya Sakti)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai menyosialisasikan rencana penutupan perlintasan kereta api liar di jalur antara Stasiun Tebet, Cawang, dan Manggarai. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang yang tidak memiliki sistem pengamanan memadai.

"Rencana 11 titik"

Sebagai tahap awal, Pemkot Jakarta Selatan bersama PT KAI memasang spanduk peringatan di sejumlah titik perlintasan liar di jalur Tebet-Cawang. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat sekitar juga terus dilakukan.

Wakil Camat Tebet, Bayu Fadayen Gantha mengatakan, sebelum pelaksanaan penutupan, pihaknya telah melakukan survei di sejumlah titik perlintasan liar atau perlintasan yang tidak dijaga.

"Sudah disurvei, setidaknya ada 11 titik yang membahayakan. Namun, prioritas kami sekarang masih untuk pengguna jalan," ujarnya, Rabu (13/5).

Bayu menjelaskan, koordinasi bersama PT KAI terus dilakukan untuk menentukan titik perlintasan yang akan ditutup maupun yang masih dipertahankan dengan sejumlah penguatan pengamanan.

Menurutnya, penguatan tersebut mencakup penambahan personel hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan perjalanan kereta api.

"Kami masih fokus untuk jalur perlintasan Tebet-Cawang, sedangkan jalur Tebet-Manggarai akan menyusul. Penutupan di Tebet-Manggarai kemungkinan dilakukan setelah penutupan di Tebet-Cawang dilaksanakan," terangnya.

Kepala Stasiun Tebet, Muhammad Zul Faroki menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah di Kecamatan Tebet dalam upaya penataan perlintasan liar tersebut.

"Mudah-mudahan nanti ada perlintasan liar yang bisa kita tutup bersama. Rencana 11 titik di antara Stasiun Tebet dan Cawang, terus kami koordinasikan secara intensif," ucapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Kebon Baru, Eva (34) mengaku mendukung rencana penutupan perlintasan liar tersebut karena dinilai dapat mengurangi risiko kecelakaan.

"Perlintasan tidak resmi sangat berbahaya, terutama karena banyak warga masih nekat melintas meski kereta sudah mendekat. Lebih baik ditutup supaya tidak ada kejadian kecelakaan kereta dengan pengendara atau pejalan kaki," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Santunan Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi otoy

Rano Serahkan Santunan Korban Tabrakan Kereta Api Bekasi

Rabu, 29 April 2026 948

DKI Siap Dukung Pengembangan Sistem Transportasi Perkeretapian di Bali

DKI Siap Dukung Pengembangan Sistem Transportasi Perkeretapian di Bali

Jumat, 13 Juni 2025 1207

Munjirin Takziah ke Rumah Harum Anjarsari Korban Laka KRL di Bekasi

Munjirin Takziah ke Rumah Duka Harum Anjarsari Korban Kecelakaan Kereta

Rabu, 29 April 2026 673

BERITA POPULER
IMG 20260728 WA0142

85 Peserta Sekolah Lansia di Jakut Diwisuda

Selasa, 28 Juli 2026 3582

Operasi Lintas Jaya Jaktim nur

14 Kendaraan Kedapatan Parkir Liar di Jaktim Ditindak

Selasa, 28 Juli 2026 1519

Syafrin Tinjau Lokbin dan Pasar Jaya Pasar Minggu

Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

Senin, 27 Juli 2026 1555

Pelantikan dpp forkabi rezap2

Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

Jumat, 24 Juli 2026 1883

Peresmian Open Top Tour Of Batavia otoy

Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

Kamis, 23 Juli 2026 1505

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks