Rabu, 29 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 277
(Foto: Nurito)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin melakukan takziah ke rumah duka Harum Anjarsari (27) di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung yang menjadi salah satu korban kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat.
"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam"
Munjirin tiba sekitar pukul 06.10 WIB. Turut mendampingi Munjirin, Camat Cipayung, Diman; Lurah Ceger, Ahmad Syaefudin; serta Lurah Setu, Dwi Widiastuti. Pelaksanaan doa bersama dalam kesempatan tersebut dipimpin Ketua RW 03, Kelurahan Setu, Maah Setiawan.
Usai memanjatkan doa, Munjirin menyerahkan bantuan uang duka kepada ibunda almarhumah, Sri Lestari (58).
Munjirin menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Harum yang merupakan istri Ryan Aditya Suryana dan ibu dari dua anak yang masih kecil.
"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya almarhumah dalam insiden kecelakaan kereta di Bekasi. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujarnya, Rabu (29/4).
Ia menuturkan, Harum dikenal sebagai sosok pekerja keras yang membantu perekonomian keluarga. Ia bekerja sebagai supervisor di perusahaan swasta di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Saat kejadian, Harum tengah dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di Tambun, Bekasi, menggunakan KRL yang terlibat kecelakaan dengan kereta Argo Bromo.
Pemerintah Kota Jakarta Timur, lanjut Munjirin, akan membantu proses pemakaman di TPU Cipayung yang prosesnya sudah dikoordinasikan dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota setempat.
Sementara itu, ibunda almarhumah, Sri Lestari (58) mengaku sangat kehilangan anak sulungnya. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian Munjirin dan jajaran serta tim gabungan yang telah membantu proses evakuasi dan identifikasi jenazah di RS Polri Kramat Jati.
"Sebelum meninggal, almarhumah seperti punya firasat. Ia sering meminta pulang ke Setu, padahal selama ini tinggal di Tambun," bebernya.
Ia mengungkapkan, seminggu sebelum kejadian, Harum sempat mengajak teman-temannya untuk berkumpul di rumah orang tuanya.
"Tanpa disangka, ajakan tersebut justru terwujud dalam suasana duka, ketika para kerabat berdatangan untuk melayat," tandasnya.
Untuk diketahui, jenazah Harum tiba di rumah duka setelah dilakukan proses identifikasi di RS Polri pada Selasa (28/4) sekitar pukul 22.00 WIB.
Selama ini, meski telah berkeluarga dan tinggal di Tambun, almarhumah tetap membantu memenuhi kebutuhan orang tuanya di Setu.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi yang peduli dan pekerja keras.