Rabu, 29 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Budhy Tristanto 352
(Foto: Andri Widiyanto)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, Rabu (29/4), menyerahkan santunan jaminan kecelakaan kerja dan asuransi kematian kepada keluarga dua korban tabrakan kereta api di Bekasi Timur atas nama Nuryati dam Nurlela.
Kedua korban masing-masing merupakan kader juru pemantau jentik (Jumantik) Kelurahan Utan Panjang dan guru SDN 11 Pulo Gebang.
"Bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemprov DKI Jakarta"
"Saya mewakili Pemprov DKI Jakarta menyampaikan dukacita yang mendalam atas peristiwa kecelakaan kereta api di daerah Bekasi yang mengakibatkan berpulangnya almarhumah Ibu Nurlela dan Ibu Nuryati," ucap Rano.
Dijelaskan Rano, Nurlela merupakan guru SDN 11 Pulo Gebang yang tinggal di daerah Cikarang. Kepada pihak keluarga diserahkan secara simbolis santunan jaminan kecelakaan kerja senilai Rp 283.227.000.
Sementara kepada keluarga Nuryati, kader Jumantik Kelurahan Utan Panjang diserahkan santunan jaminan kematian senilai Rp 42 juta dan santunan dari Baznas BAZIS DKI Jakarta sebesar Rp 20 juta.
"Santunan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian Pemprov DKI Jakarta kepada keluarga yang ditinggalkan," kata Rano.
Meskipun menyadari tidak dapat menggantikan kehilangan, Rano berharap santunan yang diberikan bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Karena itu, Rano menyampaikan apresiasi kepada pihak terkait yakni PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan dan Baznas BAZIS DKI Jakarta, yang telah memproses santunan dengan cepat.
Dalam kesempatan itu, Rano juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memperhatikan kelanjutan pendidikan anak laki-laki Nurlela yang masih kecil. Disebutkan Rano, DKI Jakarta memiliki berbagai program yang memfasilitasi pendidikan.
"Nanti Dinas Pendidikan ada program untuk itu. Kita pikirin, apalagi beliau ini keluarga kita juga, pasti akan ada prioritas ," tandasnya.