Senin, 11 Mei 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 574
(Foto: Nurito)
Kelurahan Munjul, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur terpilih mewakili DKI Jakarta dalam Lomba Desa/Kelurahan Pangan Aman Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Ajang tersebut diikuti 15 desa dan kelurahan dari berbagai provinsi di Indonesia.
"Persiapannya cukup baik"
Penilaian dilakukan secara daring oleh tim juri dari enam kementerian dan lembaga. Untuk mendukung pelaksanaan lomba, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur bersama BBPOM di Jakarta melakukan pendampingan intensif kepada Kelurahan Munjul.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengaku bangga dengan pencapaian Kelurahan Munjul yang mampu mewakili Jakarta di tingkat nasional melalui berbagai inovasi ketahanan pangan dan keamanan pangan berbasis masyarakat
Kusmanto menjelaskan, berbagai inovasi yang dikembangkan warga menjadi nilai lebih dalam penilaian lomba tersebut.
"Alhamdulillah, persiapannya cukup baik, apalagi didukung para kader ketahanan pangan di Kelurahan Munjul. Saya sangat mengapresiasi dan berharap Kelurahan Munjul bisa menjadi juara nasional," ujarnya, Senin (11/5).
Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Munjul, Indrawan Jaya Purnama menjelaskan, terdapat empat inovasi utama yang ditampilkan dalam lomba tersebut.
Pertama, Grape Garden 09 di wilayah RT 09/04, yakni pemanfaatan gang sempit menjadi kawasan budidaya anggur yang dapat dipanen saat musim panen tiba.
Kedua, Omah Rempah Rolas, yaitu program budidaya dan pengolahan rempah oleh kader masyarakat. Bibit tanaman ditanam sendiri oleh warga, kemudian diolah menjadi produk rempah tanpa bergantung pada pasokan pasar.
Selain itu, terdapat program Rumah Jiwa yang merupakan kolaborasi antara kelurahan dengan Puskesmas Kelurahan dan Puskesmas Kecamatan Cipayung dalam membina orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melalui kegiatan produktif.
"Para ODGJ dibina melalui kegiatan hidroponik dan budidaya ikan di lahan urban farming. Mereka memanen sendiri hasilnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," terangnya.
Ia memaparkan, selama periode Januari hingga April 2026, hasil penjualan dari program tersebut mencapai Rp 3.270.000.
Inovasi lainnya, lanjut Indrawan, Kelompok Tani Samping Buperta yang memanfaatkan lahan tidur milik Buperta Cibubur untuk kegiatan urban farming dalam mendukung ketahanan pangan wilayah.
Saat ini Kelurahan Munjul memiliki 80 kader komunitas yang berasal dari unsur sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta 25 kader ketahanan pangan yang aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada warga.
"Kami berharap melalui lomba ini ketahanan pangan dan keamanan pangan di Munjul dapat terus tumbuh dan diterapkan secara luas oleh masyarakat," ungkapnya
Sementara itu, Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar memastikan, pihaknya sudah melakukan pendampingan kepada Kelurahan Munjul sejak 2025.
"Inti dari program ini adalah pemberdayaan kader dan tim keamanan pangan di desa atau kelurahan agar mampu menerapkan praktik keamanan pangan di masyarakat," imbuhnya.
Ia menuturkan, enam kementerian dan lembaga yang menjadi tim penilai dalam lomba ini terdiri atas BPOM RI, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Pertanian RI, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN), serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
"Rencananya, setelah proses penilaian selesai, tim juri akan menggelar rapat pleno sebelum pengumuman pemenang yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang," tandasnya.