Pemkot Jaksel Terus Gencarkan Gerakan Pilah Sampah

Kamis, 07 Mei 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 109

Pengolahan sampah teba modern jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggencarkan gerakan "Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah" sebagai upaya mengatasi persoalan sampah menyusul karena keterbatasan daya tampung TPST Bantar Gebang.

"Edukasi kepada masyarakat"

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, gerakan tersebut diharapkan menjadi nilai yang tertanam di masyarakat agar persoalan sampah dapat diselesaikan mulai dari lingkungan rumah tangga.

"Upaya yang kami lakukan adalah edukasi kepada masyarakat yang dibarengi dengan aksi langsung. Sehingga persoalan sampah di Jakarta dapat segera teratasi," ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Wilayah di Ruang Antasari, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kamis (7/5).

Ali menjelaskan, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan juga telah menggencarkan program pengelolaan sampah organik melalui sistem biopori jumbo dan teba modern.

"Untuk mendukung program ini, Pemkot Jakarta Selatan meminta setiap RT memiliki minimal satu lubang biopori jumbo," terangnya.

Menurutnya, apabila sekitar 6.000 RT di Jakarta Selatan menerapkan sistem tersebut, penanganan sampah organik dapat dilakukan secara efektif melalui konsep zero organic waste.

"Kantor-kantor pemerintah juga kami imbau melakukan hal yang sama. Untuk lingkup RT, saya rasa dengan semangat gotong royong dan pemahaman masyarakat terkait persoalan sampah, mereka akan melakukannya," ungkapnya.

Ali meminta camat dan lurah dapat memperkuat pemberdayaan bank sampah untuk menangani sampah anorganik seperti plastik dan sejenisnya. Bank sampah yang sudah berkembang perlu membina bank sampah lainnya agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.

"Kita harus memperkuat fungsi bank sampah agar masyarakat dapat memilah dan membawa sampah anorganik tersebut ke sana," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Dedy Setiono menyampaikan, program pengelolaan sampah melalui biopori jumbo dan teba modern telah diterapkan di sejumlah lokasi, di antaranya Kecamatan Mampang Prapatan dan Kelurahan Tegal Parang.

Ia menuturkan, program tersebut diharapkan mampu mengurangi pembuangan sampah hingga 50 persen pada Agustus 2026. Bahkan, pada 2027 Jakarta Selatan ditargetkan tidak lagi membuang sampah ke TPST Bantar Gebang.

"Penanganan sampah yang paling cepat adalah langsung diselesaikan di tempat, sehingga tidak perlu lagi dibawa jauh ke Bantar Gebang. Semoga inovasi ini berjalan dengan baik," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Koordinasi Wilayah tersebut, Pemkot Jakarta Selatan juga telah menerapkan pemilahan sampah secara langsung. Seluruh tamu yang hadir diarahkan membuang sampah sesuai dengan jenis dan tempat pemilahannya.

BERITA TERKAIT
Pengolahan sampah

Bangun PSEL, Pramono Optimistis Sampah Jakarta Tertangani

Selasa, 05 Mei 2026 491

Bank Sampah Kelurahan Keagungan bilal2

Pansus Targetkan Jakarta Kelola Sampah Secara Mandiri

Selasa, 05 Mei 2026 181

Bank Sampah sehati otoy

Pelibatan Warga Kunci Pengelolaan Sampah dari Sumber

Selasa, 05 Mei 2026 360

BERITA POPULER
Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis, Jadi 211 RW

Pramono Sebut RW Kumuh di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 06 Mei 2026 1131

Program magang disnakertrans gery ist3

1.000 Lulusan SMA Sederajat Ikut Program Pemagangan di 67 Perusahaan

Senin, 04 Mei 2026 978

Gubernur pramono danatara psel rezap

Pemprov DKI-Danantara Sepakat Bangun PSEL

Senin, 04 Mei 2026 917

Pajak Kendaraan listrik jati

Pemberian Insentif Kendaraan Listrik Dukung Kampanye Energi Bersih

Selasa, 05 Mei 2026 706

Dinkes mayday monas desi

Dinkes DKI Siagakan Posko Kesehatan di Peringatan May Day 2026

Jumat, 01 Mei 2026 1266

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks