Pelibatan Warga Kunci Pengelolaan Sampah dari Sumber

Selasa, 05 Mei 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 883

Bank Sampah sehati otoy

(Foto: Andri Widiyanto)

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan menekankan pentingnya pelibatan warga dalam upaya mengurangi sampah dari sumber, yakni dari lingkungan rumah tangga.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dilibatkan untuk mengurangi sampah dari sumber, artinya dari lingkungan kita sendiri,” ujar Wawan, sapaan akrabnya, Selasa (5/5).

"direkomendasikan kepada gubernur,"

Dalam rapat tersebut, Pansus turut melibatkan jajaran pemerintah kota/kabupaten hingga Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH). Seluruh pihak sepakat bahwa kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) menjadi faktor penting untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Semua menyampaikan bahwa kebutuhan alat atau sarana prasarana itu memang diperlukan. Ini sudah kami catat dan akan direkomendasikan kepada gubernur,” katanya.

Salah satu kebutuhan mendesak yang diusulkan adalah penyediaan tempat sampah terpilah bagi masyarakat, guna mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu harus disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, sampah anorganik masih memiliki nilai guna, baik melalui bank sampah maupun pengolahan di fasilitas seperti Refuse Derived Fuel (RDF). Sementara itu, sampah organik diharapkan dapat dikelola sejak dari rumah melalui proses lanjutan.

Ia juga mendorong Dinas LH untuk memperkuat sosialisasi secara masif, baik melalui media sosial maupun televisi.

“Harus jelas apa yang menjadi kewajiban masyarakat, yaitu memilah sampah mana yang organik dan mana yang nonorganik agar mereka bisa mendukung pengelolaan sampah dari sumber,” jelasnya.

Wawan menilai, pendekatan lama yang hanya menekankan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya sudah tidak lagi relevan. Pasalnya, kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini semakin terbatas.

“Dulu kita hanya mengimbau buang sampah pada tempatnya. Jakarta memang terlihat bersih, tapi itu tidak menyelesaikan masalah di hilir. Sekarang Bantargebang sudah tidak mampu lagi menampung,” tegasnya.

Wawan menegaskan, diperlukan gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat RT/RW hingga Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong budaya memilah sampah dari rumah.

Di sisi lain, Wawan menyebut, wilayah Kepulauan Seribu sebagai contoh daerah yang relatif mampu mengelola sampah secara mandiri.

Hal ini didukung oleh keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R), sehingga sebagian besar sampah dapat diselesaikan di wilayah tersebut dan hanya menyisakan residu untuk dikirim ke Bantargebang.

Ke depan, tambah Wawan, Pemprov DKI juga tengah mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy.

“Harapannya, residu ke depan tidak lagi dibawa ke Bantargebang, tetapi bisa diselesaikan di fasilitas pengolahan energi tersebut,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Program pilah sampah nur2

Warga RW 04 Malaka Jaya Disosialisasikan Program Pilah Sampah

Minggu, 03 Mei 2026 957

TPS 3r ilust

Optimalisasi Bank Sampah dan TPS 3R Tekan Volume Sampah Jakarta

Rabu, 29 April 2026 872

Munjirin bank sampah ceria makasar jaktim nur

Munjirin Sosialisasikan Program Satu RW Satu Bank Sampah di Kecamatan Makasar

Selasa, 28 April 2026 910

BERITA POPULER
Pedagang di Atas Trotoar Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

Rabu, 30 September 2026 1266

895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1415

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1420

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 1109

IMG 20260930 WA0061

Pemkot Jakbar Siap Relokasi Warga Terdampak Pembangunan Rupom Kali Apuran

Rabu, 30 September 2026 485

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks