Selasa, 05 Mei 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 121
(Foto: Istimewa)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengapresiasi dukungan puluhan perusahaan yang telah berkolaborasi dalam Program Pemagangan Dalam Negeri Lulusan SMA Sederajat Tahun 2026.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu kunci penting dalam upaya menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
"kolaborasi yang saling menguntungkan,"
“Kemitraan antara pemerintah dan pelaku usaha harus dibangun secara sejajar melalui kolaborasi yang saling menguntungkan,” ujarnya, Selasa (5/5).
Ia menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta juga membuka ruang diskusi dengan para pelaku usaha terkait bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah kepada perusahaan yang telah berpartisipasi dalam program pemagangan.
Menurutnya, berbagai bentuk intervensi seperti percepatan perizinan maupun dukungan kebijakan lain dapat dibahas bersama sesuai kebutuhan sektor usaha masing-masing.
“Kita ingin bermitra secara sejajar, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, sehingga kolaborasi ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha,” katanya.
Eli menjelaskan, Jakarta sebagai kota terbuka akan terus menjadi tujuan masyarakat untuk mencari pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi hal penting agar masyarakat yang datang ke Jakarta memiliki kesiapan dan tidak menjadi beban pengangguran baru.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan berbagai inovasi dalam program ketenagakerjaan seperti mobile training unit (MTU), modifikasi pelaksanaan job fair, hingga penyesuaian program dengan kebutuhan wilayah dan industri,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, sebanyak 67 perusahaan dari berbagai sektor usaha terlibat dalam program pemagangan tahun ini dengan jumlah peserta sebanyak 1.000 orang lulusan SMA sederajat.
Perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari bidang perhotelan, food and beverage (F&B), transportasi, jasa, perdagangan, manufaktur, hingga sektor strategis lainnya.
“Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan tingginya komitmen dunia usaha dalam mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja muda di Jakarta,” tuturnya.
Syaripudin menyampaikan, Disnakertransgi akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh perusahaan penyelenggara pemagangan guna memastikan peserta mendapatkan pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman kerja sesuai ketentuan program.
Ia menjelaskan, keberhasilan program nantinya akan diukur dari sejumlah indikator seperti tingkat kehadiran peserta, penyelesaian program, peningkatan kompetensi, kepuasan perusahaan, hingga tingkat penyerapan kerja alumni setelah pemagangan.
“Kami menargetkan lebih dari 70 persen alumni pemagangan ini dapat terserap di perusahaan,” katanya.
Ia menambahkan, program pemagangan akan terus dievaluasi untuk melihat efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas SDM dan menurunkan angka pengangguran.
“Jika hasilnya positif, Pemprov DKI Jakarta berharap program tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas pada tahun-tahun berikutnya,” tandasnya.