Kamis, 19 Februari 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 253
(Foto: Ilustrasi)
Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin mendukung penuh program Pemprov DKI yang akan mengirim 5.000 warga untuk mengikuti magang kerja di Jepang.
Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di ibu kota.
"Program ini segera berjalan,"
Dikatakan Khoirudin, upaya tersebut merupakan bagian dari ikhtiar Pemprov DKI dalam memperluas kesempatan kerja. Para peserta tidak hanya diberangkatkan begitu saja, tetapi terlebih dahulu mendapatkan pembekalan melalui pendidikan dan pelatihan di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD), sebelum disalurkan bekerja ke luar negeri.
“Kami melakukan ikhtiar maksimal untuk menekan pengangguran, baik melalui pelatihan di PPKD maupun pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang,” ujar Khoirudin, Kamis (19/2).
Ia menjelaskan, saat ini masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu diselesaikan agar program dapat berjalan optimal. Beberapa di antaranya terkait penyederhanaan birokrasi, penyusunan kurikulum, perizinan atau lisensi, hingga aspek teknis lainnya.
“Harapan saya, program ini segera berjalan untuk merekrut warga Jakarta dan sekitarnya,” katanya.
Khoirudin menambahkan, dari total 5.000 tenaga kerja yang akan diberangkatkan, sebagian besar diprioritaskan untuk posisi sopir, baik di sektor logistik maupun bus penumpang. Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan di Jepang yang tengah mengalami kekurangan tenaga pramudi.
“Banyak bus di Jepang yang tidak beroperasi dan hanya terparkir di depo karena kekurangan sopir. Sementara itu, kita memiliki kelebihan tenaga kerja. Insya Allah akan kita kirim ke sana,” jelasnya.
Ia berharap, program ini tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memberikan efek domino terhadap perekonomian, baik di tingkat keluarga maupun daerah.
“Tentu harapan saya, ini bukan hanya membantu ekonomi keluarga secara mikro, tetapi juga secara makro meningkatkan ekonomi Jakarta dan Indonesia. Mereka adalah pahlawan devisa,” tandas Khoirudin.