Inflasi Jakarta Ditarget Lebih Rendah dari Pusat di 2026

Jumat, 06 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 317

High level meeting hlm rezap

(Foto: Reza Pratama Putra)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka inflasi Jakarta tahun 2026 lebih rendah dari yang dipatok pemerintah pusat, yaitu di angka 2,5 plus minus 1 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun optimistis mampu mencapai target melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikannya di acara High Level Meeting (HLM) Bulan Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447H Tim Pengendali Inflasi Jakarta (TPID) Provinsi DKI Jakarta, di Hotel Aryaduta Menteng, Jumat (6/2).

"menargetkan inflasinya lebih rendah,"

"Target Pemerintah DKI Jakarta di tahun 2026 tetap menargetkan inflasinya lebih rendah daripada yang dipatok oleh Pemerintah Pusat, yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Dan kami yakin bisa mencapai itu dengan kerja sama yang baik di tim TPID," ujar Pramono.

Ia menyampaikan, berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen yang melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Bahkan pada kuartal keempat 2025, ekonomi Jakarta melesat hingga 5,71 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini didorong kebijakan Pemprov DKI untuk meningkatkan daya beli masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini menghasilkan transaksi yang mencapai Rp15,25 triliun.

"Sehingga secara signifikan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan Jakarta yang di triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati lima persen dan ini jauh di atas lima persen," jelasnya.

Pertumbuhan tercatat terjadi di sektor akomodasi dan makanan minuman yang didorong pemberian insentif pajak oleh Pemprov DKI, serta di sektor transportasi dan pergudangan.

Selama 2025, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta memberikan kontribusi tinggi terhadap GDP nasional hingga 16,61 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengapresiasi kepemimpinan Pemprov DKI yang berhasil membawa Jakarta keluar dari tekanan ekonomi pada kuartal ketiga.

Ekonomi Jakarta sendiri tercatat tumbuh positif di atas 5,71 persen pada kuartal keempat 2025.

"Ini merupakan suatu momentum yang sangat baik. Dan itu kita lihat kita bisa keluar dari masa krisis ya, boleh dikatakan di Q3 itu ya, tumbuh di bawah lima persen, sekarang bisa melompat 5,71 persen," ucapnya.

Kondisi ini menunjukan perekonomian Jakarta resiliensi dan tumbuh berkelanjutan. Iwan menyampaikan, kolaborasi TPID sangat solid untuk mengawal pertumbuhan ekonomi di 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali.

"Insya Allah akan mengawal juga pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali di dalam range 2,5 persen plus minus satu persen," tandas Iwan.

BERITA TERKAIT
Gubernur Pramono memberikan paparan realisasi APBD 2025

Pramono Pastikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil

Rabu, 21 Januari 2026 531

Pramono memberikan sambutan pada acara aktualisasi nilai-nilai Natal 2025 di JIEXPO Kemayoran

Hadiri Perayaan Natal Pemprov DKI, Pramono Tegaskan Jakarta Rumah Keberagaman

Jumat, 09 Januari 2026 639

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 706

BERITA POPULER
IMG 20260202 WA0102

Lapak Bensin Eceran di Jl Hadiah Utama Ditertibkan

Senin, 02 Februari 2026 6306

Turap longsor ciracas nur

Turap Longsor Kali Baru Cepat Diperbaiki

Rabu, 04 Februari 2026 3600

Uji emisi jaksel blur tiyo

Uji Emisi di Tanjung Barat Jangkau 102 Kendaraan Bermotor

Kamis, 05 Februari 2026 854

Rano tinjau Jalan Rusak Thamrin jati

Rano Pastikan Perbaikan Jalan Rusak Terus Dilakukan

Selasa, 03 Februari 2026 1141

Warga beri dukungan RDF plant ist

Dukungan RDF Plant Rorotan Datang dari Warga Sekitar

Jumat, 06 Februari 2026 502

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks