Inflasi Jakarta Ditarget Lebih Rendah dari Pusat di 2026

Jumat, 06 Februari 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 2283

High level meeting hlm rezap

(Foto: Reza Pratama Putra)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan angka inflasi Jakarta tahun 2026 lebih rendah dari yang dipatok pemerintah pusat, yaitu di angka 2,5 plus minus 1 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun optimistis mampu mencapai target melalui kolaborasi lintas sektor. Hal ini disampaikannya di acara High Level Meeting (HLM) Bulan Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447H Tim Pengendali Inflasi Jakarta (TPID) Provinsi DKI Jakarta, di Hotel Aryaduta Menteng, Jumat (6/2).

"menargetkan inflasinya lebih rendah,"

"Target Pemerintah DKI Jakarta di tahun 2026 tetap menargetkan inflasinya lebih rendah daripada yang dipatok oleh Pemerintah Pusat, yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Dan kami yakin bisa mencapai itu dengan kerja sama yang baik di tim TPID," ujar Pramono.

Ia menyampaikan, berdasarkan rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,21 persen yang melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Bahkan pada kuartal keempat 2025, ekonomi Jakarta melesat hingga 5,71 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini didorong kebijakan Pemprov DKI untuk meningkatkan daya beli masyarakat selama periode Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini menghasilkan transaksi yang mencapai Rp15,25 triliun.

"Sehingga secara signifikan memberikan kontribusi untuk pertumbuhan Jakarta yang di triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati lima persen dan ini jauh di atas lima persen," jelasnya.

Pertumbuhan tercatat terjadi di sektor akomodasi dan makanan minuman yang didorong pemberian insentif pajak oleh Pemprov DKI, serta di sektor transportasi dan pergudangan.

Selama 2025, Pramono menyampaikan bahwa Jakarta memberikan kontribusi tinggi terhadap GDP nasional hingga 16,61 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan mengapresiasi kepemimpinan Pemprov DKI yang berhasil membawa Jakarta keluar dari tekanan ekonomi pada kuartal ketiga.

Ekonomi Jakarta sendiri tercatat tumbuh positif di atas 5,71 persen pada kuartal keempat 2025.

"Ini merupakan suatu momentum yang sangat baik. Dan itu kita lihat kita bisa keluar dari masa krisis ya, boleh dikatakan di Q3 itu ya, tumbuh di bawah lima persen, sekarang bisa melompat 5,71 persen," ucapnya.

Kondisi ini menunjukan perekonomian Jakarta resiliensi dan tumbuh berkelanjutan. Iwan menyampaikan, kolaborasi TPID sangat solid untuk mengawal pertumbuhan ekonomi di 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali.

"Insya Allah akan mengawal juga pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 dan menjaga inflasi tetap terkendali di dalam range 2,5 persen plus minus satu persen," tandas Iwan.

BERITA TERKAIT
Gubernur Pramono memberikan paparan realisasi APBD 2025

Pramono Pastikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil

Rabu, 21 Januari 2026 1234

Pramono memberikan sambutan pada acara aktualisasi nilai-nilai Natal 2025 di JIEXPO Kemayoran

Hadiri Perayaan Natal Pemprov DKI, Pramono Tegaskan Jakarta Rumah Keberagaman

Jumat, 09 Januari 2026 1159

Cabai Pasar Induk Kramat Jati Otoy

BPS Catat DKI Alami Deflasi 0,23 Persen Selama Januari 2026

Senin, 02 Februari 2026 1466

BERITA POPULER
Gub pramono Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu rezap

Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

Jumat, 30 Oktober 2026 7169

IMG 20261031 WA0044

Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

Sabtu, 31 Oktober 2026 4860

Mobil patah as budi

Petugas Dishub Evakuasi Mobil Patah As Roda di Cengkareng

Senin, 02 November 2026 3237

PJLP dki dok

Pramono Pastikan Rapelan Gaji PJLP DKI Mulai Dicairkan Bertahap

Jumat, 30 Oktober 2026 2597

Binamarga penertiban kabel udara sunter jakut jati

5,6 Kilometer Kabel Udara di Tanjung Priok Dipindah ke SJUT

Senin, 02 November 2026 1300

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks