Selasa, 28 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 351
(Foto: Nurito)
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin memimpin langsung pelaksanaan sosialisasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui gerakan Satu RW Satu Bank Sampah di Kecamatan Makasar.
"Gerakan bersama"
Pelaksanaan sosialisasi diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat, mulai dari camat, lurah, hingga perwakilan RT/RW, LMK, FKDM, dan kader PKK.
Sebagai bentuk komitmen bersama, dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh berbagai pihak, mulai dari camat, lurah, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup, kepala Puskesmas, hingga unsur Gulkarmat.
Munjirin mengatakan, peran aktif masyarakat sangat penting dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Sehingga, sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang dapat semakin berkurang.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Pemilahan sampah menjadi kunci agar volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang dapat terus berkurang," ujarnya, Selasa (28/4).
Dalam kesempatan tersebut, Munjirin juga meresmikan Bank Sampah Ceria sebagai bank sampah induk di Kecamatan Makasar.
"Keberadaan bank sampah ini diharapkan mampu menjadi pusat pengelolaan bagi seluruh bank sampah yang tersebar di wilayah Kecamatan Makasar, termasuk dalam proses penimbangan dan distribusi sampah non-organik," terangnya.
Munjirin menjelaskan, pemilahan sampah tidak hanya berlaku di rumah tangga, tetapi juga harus diterapkan di berbagai sektor, seperti tempat ibadah, perkantoran, hotel, restoran, dan kafe.
"Sampah non-organik diarahkan ke bank sampah, sementara sampah organik dapat diolah menjadi kompos," ungkapnya.
Ia berharap, pola pengelolaan sampah yang diterapkan di Kecamatan Makasar ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Jakarta Timur.
"Ini bukan sekadar program, tapi gerakan bersama. Kalau konsisten dijalankan, dampaknya akan besar bagi lingkungan," tandasnya.