Senin, 27 April 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 126
(Foto: Folmer)
Kepala SMAN 48 Jakarta, Luhur Setiawati, merasa optimistis dapat meningkatkan capaian dari badan publik menuju informatif menjadi informatif.
Diungkapkan Luhur, selama ini pihaknya telah berupaya membuka akses informasi mulai dari tahap perencanaan hingga pembiayaan sekolah, bahkan informasi kepada orang tua siswa.
"Jika rekomendasi ditindaklanjuti secara serius,”
Diakuinya, hasil Monitoring dan Evaluasi yang diberikan Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta, telah memberikan pemahaman yang signifikan bagi pihaknya.
“Atas arahan dari KI DKI Jakarta, kami optimistis dapat meningkatkan capaian dari menuju informatif menjadi informatif,” ucapnya, saat menerima visitasi KI DKI, Senin (27/4).
KI DKI melakukan visitasi untuk menyerahkan hasil E-Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025, sekaligus memberikan edukasi interaktif kepada para pelajar SMAN 48 perihal konsep badan publik dan keterbukaan informasi.
Ketua KI DKI Jakarta, Harry Ara Hutabarat menjelaskan pihaknya terus mendorong penguatan keterbukaan informasi publik di lingkungan pendidikan.
"Ini bukan sekadar penilaian. Kami bukan auditor, tetapi memiliki tanggung jawab moral sebagai pengawal keterbukaan informasi publik (KIP). Dari kategori menuju informatif sangat mungkin meningkat menjadi informatif jika rekomendasi ditindaklanjuti secara serius,” ungkapnya.
Harry juga mengingatkan pentingnya memahami kategori pemohon informasi, mulai dari individu, kelompok orang hingga badan hukum, serta peran Komisi Informasi dalam mengukuhkan keputusan badan publik jika terjadi sengketa.
“Keterbukaan informasi publik itu untuk menjaga. Dengan tata kelola yang baik, kita bisa meminimalisir potensi sengketa dan mencegah ‘penumpang gelap’ dalam pengelolaan informasi,” pungkasnya.