Senin, 27 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 160
(Foto: Doc)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) menggelar Business Matching Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Batch 30 Tahun 2026 di gedung Grha Ali Sadikin, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/4).
Penyelenggaraan Business Matching ini merupakan komitmen Pemprov DKI dalam mengurangi ketergantungan penggunaan produk impor dan menjaga ketahanan ekonomi nasional.
"aksi nyata untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional,"
Sekretaris Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Nur Hidayat menyampaikan, penguatan industri dalam negeri menjadi kunci utama dalam menghadapi kondisi ekonomi global, termasuk dampak konflik Timur Tengah yang mengganggu distribusi jalur logistik, kenaikan harga energi, serta inflasi global.
"Dalam konteks inilah, program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menjadi sangat penting dan strategis. Belanja produk dalam negeri bukan sekadar pilihan administratif, tetapi merupakan aksi nyata untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional," ujar Hidayat.
Kondisi global saat ini, lanjutnya, secara langsung berdampak pada sektor industri nasional. Ketidakpastian pasar ekspor, meningkatnya biaya bahan baku, serta tekanan terhadap rantai pasok global telah mempengaruhi kinerja industri dalam negeri.
Tak hanya itu, Dana Moneter Internasional (IMF) juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global hanya sekitar 3,1 persen pada 2026. Sedangkan di Indonesia, pertumbuhan ekonominya diperkirakan berada di kisaran lima persen.
Karena itu, implementasi penggunaan produk dalam negeri ini terus diperkuat. Bahkan, Pemprov DKI kembali meraih peringkat pertama penghargaan penggunaan Produk Dalam Negeri untuk kategori Pemerintah Daerah Provinsi pada Desember tahun lalu.
"Saya turut bangga bahwa Jakarta menjadi salah satu teladan bagi daerah lain dalam implementasi P3DN," kata dia.
Hidayat menyampaikan, sebagai pusat perekonomian nasional, Jakarta berperan menjadi penggerak utama dalam implementasi P3DN. Pemprov DKI pun akan terus mengoptimalkan pemberdayaan industri dengan fokus pada peningkatan value added.
Ia mengimbau para PPK, PPTK, dan PPBJ agar terus menjaga komitmennya dalam memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri pada setiap proses pengadaan.
"Kepada seluruh perusahaan exhibitor agar dapat memanfaatkan kegiatan Business Matching untuk memperkenalkan beragam produk unggulannya sekaligus membangun sinergi dengan berbagai stakeholder," ujarnya.
Kepala Bidang Perindustrian PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Juanda Permana Jaya menyampaikan, Business Matching P3DN merupakan agenda prioritas Pemprov DKI untuk mendukung kepentingan industri nasional serta UMKM lokal.
Acara ini akan diselenggarakan selama empat hari mulai 27-30 April dan diikuti 19 exhibitors perusahaan industri yang telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau Produk Dalam Negeri.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan, dukungan, serta kerja sama seluruh stakeholder yang terlibat sehingga Business Matching P3DN Provinsi DKI Jakarta yang pertama di tahun ini dapat terlaksana dengan baik," tandasnya.