Jumat, 24 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 130
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 300 petugas gabungan dikerahkan untuk melaksanakan kerja bakti di RW 01 Kompleks TNI Angkatan Laut (AL) Dewa Kembar, Kelurahan Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi program 100 persen pilah sampah di kantor kelurahan setempat.
"Kepedulian terhadap lingkungan"
Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian rangkaian dari kunjungan ke berbagai wilayah untuk memastikan program pilah sampah berjalan secara sistematis dan terukur.
"Kami bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan dari satu wilayah ke wilayah lain untuk memastikan rencana pengelolaan sampah dapat berjalan secara sistematis dan terukur," ujarnya, Jumat (24/4).
Hanif menambahkan, pemerintah menargetkan pengelolaan sampah nasional mencapai 63,41 persen pada tahun 2026. Salah satu langkah utama untuk mencapai target tersebut adalah menghentikan praktik pembuangan terbuka (open dumping), termasuk di Jakarta.
Menurutnya, Jakarta yang menghasilkan sekitar 8.000 ton sampah per hari membutuhkan penanganan yang dilakukan secara bertahap dan terencana.
"Kami berharap hingga Agustus 2026, Jakarta sudah mampu mengurangi sampah organik yang dikirim ke TPST Bantar Gebang. Kemudian, pada akhir Desember 2026, tidak ada lagi sampah organik yang dikirim ke sana," terangnya.
Ia juga mendorong kawasan seperti hotel, restoran, industri, dan pasar agar dapat mengelola sampah secara mandiri melalui pemilahan sejak awal. Selain itu, program pilah sampah ini menjadi langkah awal menuju penerapan sistem pengolahan sampah menjadi energi.
"Pengolahan sampah menjadi energi membutuhkan sampah yang berkualitas, dan itu hanya dapat tercapai jika sampah telah terpilah dengan baik dari masyarakat," ungkapnya.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto mengapresiasi upaya warga di Jakarta Utara yang sudah memulai gerakan pilah sampah.
Ia memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut yang akan diterapkan di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Jakarta.
"Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada pemilahan dari sumbernya, yaitu rumah tangga dan lingkungan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat menambahkan, Jakarta Utara sudah mendeklarasikan gerakan 100 persen pilah sampah di Rorotan. Deklarasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target nasional pengelolaan sampah.
Ia menginginkan, melalui langkah tersebut, kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Kami terus mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam memilah sampah. Kegiatan kerja bakti ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan," tandasnya.