Sabtu, 11 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Budhy Tristanto 245
(Foto: Nurito)
Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, melalukan sosialisasi dan aksi penanganan sampah pilah di Sekretariat RW 05, Jalan Nusa Indah III, Sabtu (11/4) sore.
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Kecamatan Duren Sawit, Dede Syaipullah ini diisi dengan penimbangan sampah di area parkir Masjid Jami Khairul Anaam.
Mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang
Warga yang didominasi kaum ibu, ramai-ramai menyetorkan sampah pilah non organik seperti kardus, botol serta gelas plastik, kertas dan sebagainya, pada pengelola Bank Sampah RW 05 Malaka Jaya.
Menurut Dede, pihaknya sengaja mengkampanyekan program pilah sampah dari sumbernya dalam upaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Sosialisasi program pilah sampah ini tindak lanjut dari instruksi pimpinan. Karena sudah saatnya pilah sampah dari sumbernya untuk mengurangi pembuangan ke TPST Bantar Gebang, Bekasi," papar Dede.
Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih mengatakan, akan terus menggerakkan warganya dalam program pilah sampah dari sumbernya. Dia berharap, para ketua RW membantu sosialisasi ke RT masing-masing agar diteruskan ke warganya dalam program pilah sampah.
"Peran RT/RW menjadi penentu dalam penanganan sampah melalui program pilah sampah," kata Eko.
Menurutnya, sosialisasi program pilah sampah ini juga akan diteruskan ke semua tempat ibadah, para pelaku usaha dan sekolah yang ada di wilayahnya.
Sementara, Ketua RW 05 Malaka Jaya, Farid Rivai menambahkan, program pilah sampah di wilayahnya sudah digulirkan sejak lima bulan lalu. Setiap bulan dlakukan penimbangan sampah dua kali. Warga sangat mendukung program ini karena sampah non organik yang dikumpulkan itu bisa dijual ke pengepul dan akan menghasilkan uang.
"Kita sudah berjalan sejak lima bulan lalu. Diawali dari pengurus RW dan diikuti para ketua RT , kader dan masyarakat umum lainnya," ungkap Farid
Selama kurun waktu lima bulan, ungkapnya, total sampah non organik yang terkumpul mencapai 2.100 kilogram. Uang hasil penjualan sampah organik dikembalikan pada warga yang telah mengumpulkan sampah dari rumahnya masing-masing.