Jumat, 27 Maret 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 292
(Foto: Anita Karyati)
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu terus memperkuat pengawasan obat dan makanan.
"Pembentukan Loka POM di Kepulauan Seribu"
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, upaya optimalisasi pengawasan dilakukan dengan melakukan konsolidasi untuk membahas sejumlah agenda konkret, mulai dari penilaian kabupaten pangan aman, pengawalan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pengendalian resistensi antimikroba.
"Kami melakukan koordinasi terkait pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan, termasuk rencana pembentukan Loka POM di Kepulauan Seribu. Kami sangat mengapresiasi dukungan jajaran Pemkab yang peduli terhadap isu ini," ujarnya, Jumat (27/3).
Sofiyani menjelaskan adanya tantangan unik di Kepulauan Seribu yang belum memiliki sarana kefarmasian konvensional seperti apotek atau toko obat resmi. Akibatnya, distribusi berbagai produk seperti jamu, suplemen, obat keras hingga kosmetik masih banyak dilakukan melalui warung ritel kecil.
"Jika tidak diawasi dengan baik, peredaran ini berisiko memicu resistensi antimikroba yang berdampak luas bagi kesehatan masyarakat," terangnya.
Sebagai langkah strategis, lanjut Sofiyani, BBPOM mendorong pembentukan Loka POM di wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memangkas jarak pengawasan sekaligus mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
"Kami juga menjadwalkan pengawasan intensif pada Juni hingga Juli mendatang. Targetnya sederhana tapi krusial, memastikan produk yang beredar tidak asal lolos ke tangan konsumen," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Aceng Zaini menyambut positif kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperketat pengawasan dan menjaga kualitas pangan.
Menurutnya, sinergisitas ini bukan sekadar proyek jangka pendek, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
"Hasilnya mulai terlihat, salah satunya melalui penurunan angka stunting. Ke depan, kami memastikan kesehatan masyarakat tetap menjadi fokus utama pembangunan di Kepulauan Seribu," tandasnya.