Kamis, 09 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 195
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta memberikan edukasi bertema "Cerdas Memilih Obat Aman, Waspada Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) di GOR Bulungan, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Kesehatan dan keselamatan jiwa"
Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat.
"Peran masyarakat dalam pengawasan obat sangat penting. Kami ingin masyarakat selalu membeli obat dari sumber resmi dan mengonsumsi sesuai aturan penggunaan. Penyalahgunaan obat tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (9/4).
Sofiyani menjelaskan, kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/4) tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, serta Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama ini merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan OOT seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan.
Menurutnya, OOT merupakan jenis obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, selain narkotika dan psikotropika. Penggunaan di atas dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan serta perubahan pada aktivitas mental dan perilaku.
"Konsumsi OOT tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan efek serius terhadap kesehatan hingga kematian. Penyalahgunaan OOT juga dapat memicu tindakan menyimpang, seperti tawuran antarpelajar," terangnya.
Melalui kegiatan ini, Sofiyani berharap, masyarakat semakin bijak dalam menggunakan obat serta berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan di lingkungan sekitar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat. Edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
"Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya edukasi terkait obat-obatan semakin meningkat," tandasnya.