Jumat, 24 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 143
(Foto: Andri Widiyanto)
Progres perbaikan darurat turap longsor di Kali Ciliwung, Jalan X, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan sudah mencapai sekitar 70 persen.
"Memiliki kemiringan yang curam"
Koordinator Satuan Tugas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Johny, mengatakan, longsor terjadi pada Maret 2026 dan berdampak pada sedikitnya enam unit rumah kontrakan.
"Proses pengerjaan cukup panjang karena lokasi longsoran memiliki kemiringan yang curam hingga dapat membahayakan personel di lapangan. Untuk itu pengerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian," ujarnya, Jumat (24/4).
Johny menjelaskan, perbaikan sementara dilakukan dengan pemasangan kayu dolken sebagai penopang tanah. Struktur penahan tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dan tinggi mencapai 15 meter.
Ia menambahkan, penggunaan kayu dolken bersifat sementara untuk mencegah longsor susulan. Penanganan permanen akan dilakukan melalui pembangunan turap atau tanggul yang lebih kokoh.
"Dalam proses pengerjaan kami mengerahkan sekitar tujuh hingga 15 personel, tergantung tingkat kesulitan di lapangan," terangnya.
Sementara itu, Camat Tebet, Putut Puji Linangkung menambahkan, sebelum peristiwa longsor terjadi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pembebasan lahan kepada 396 pemilik bangunan di bantaran kali.
Menurutnya, pembebasan lahan tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengatasi banjir dan potensi longsor di wilayah tersebut.
"Sosialisasi sudah kami lakukan sejak 2023, kemudian dilanjutkan pada 2024 dan 2025," ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembebasan lahan dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta setelah di Kelurahan Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan.
"Jumlah warga yang terdampak program normalisasi Kali Ciliwung di RW 10 Kelurahan Kebon Baru mencapai 396 bidang. Sedangkan, untuk di RW 11 dan RW 14 masih dalam proses pendataan," tandasnya.