Kamis, 23 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 203
(Foto: Anita Karyati)
Sebanyak 100 peserta dari berbagai pengurus koperasi mengikuti kegiatan Pemantapan Literasi Perkoperasian bagi para pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.
"ODS Mandiri merupakan sistem digital"
Kegiatan ini mengangkat materi "Tata Cara Penginputan dan Pemutakhiran Data Koperasi melalui Online Data System (ODS) secara Mandiri" sebagai bagian dari upaya percepatan digitalisasi koperasi.
Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Koperasi Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Ivan Janitra mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program penguatan literasi perkoperasian yang sebelumnya berfokus pada pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pada tahap ini, peserta diarahkan untuk memahami proses penginputan hasil RAT ke dalam sistem ODS.
"ODS Mandiri merupakan sistem digital yang dikembangkan oleh Kementerian Koperasi untuk mempermudah pengelolaan koperasi serta memangkas birokrasi manual yang rumit," ujarnya, Kamis (23/4).
Ivan menjelaskan, tingkat kepemilikan akun ODS Mandiri di DKI Jakarta masih tergolong rendah. Berdasarkan data, baru 14,46 persen koperasi yang memiliki akun resmi. Dari sekitar 4.000 koperasi yang tercatat, sebanyak 2.912 di antaranya berstatus aktif dan ditargetkan segera memanfaatkan sistem tersebut.
"Kondisi ini menjadi perhatian serius. Ketiadaan akun dan data yang tidak terbarui dapat menghambat proses pembinaan dan pengawasan, serta membatasi akses koperasi terhadap berbagai program strategis pemerintah," terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai wilayah di DKI Jakarta. Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta dibekali materi mulai dari proses pendaftaran dan aktivasi akun ODS, pemutakhiran data profil koperasi secara real time, penginputan laporan keuangan sesuai format standar, hingga pengelolaan data anggota yang terintegrasi dalam sistem.
"Meskipun dilaksanakan dalam waktu singkat, program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan oleh tenaga ahli guna memastikan implementasi berjalan optimal di masing-masing koperasi," ungkapnya.
Ia berharap, para pengurus koperasi dapat segera mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh secara proaktif. Dengan data yang kuat, diharapkan terwujud tata kelola koperasi yang modern, transparan, dan terpercaya bagi masyarakat.
"Tujuannya jelas, kita ingin mewujudkan data koperasi yang akurat dan selalu terbarui," ucapnya.
Sementara itu, perwakilan dari Koperasi Konsumen Kopwika Jaya, Supraptiko menyambut baik langkah digitalisasi tersebut. Terlebih, transformasi dari sistem manual ke aplikasi berbasis web merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari pada era saat ini.
"Ini pertama kalinya kami mempelajari sistem pelaporan berbasis web secara mendalam. Sistem ini sangat membantu, terutama dalam penyusunan laporan RAT yang wajib dilakukan setiap tahun," imbuhnya
Ia berharap, penerapan sistem ini dapat mempermudah administrasi internal sekaligus mempercepat proses pelaporan secara nasional.
"Semoga koperasi di Indonesia semakin maju dengan administrasi yang lebih cepat, rapi, dan akurat," tandasnya.