Selasa, 21 April 2026 Reporter: Budhi Firmansyah Surapati Editor: Andry 215
(Foto: Istimewa)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menegaskan Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan penangkapan ikan sapu-sapu.
Meski begitu, diakui Rano, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi penanganan terhadap hasil tangkapan mempertimbangkan catatan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tidak mengubur hidup-hidup ikan sapu-sapu.
"Pak Gubernur juga sudah bilang nanti kita akan berkoordinasi,"
"Pak Gubernur juga sudah bilang nanti kita akan berkoordinasi. Mungkin kemarin penguburannya banyak yang belum mati segala macam, untuk itu mungkin kita alpa, nanti kita benahi sajalah," katanya, Selasa (21/4).
Menurut Rano, giat penangkapan ikan-ikan sapu di sejumlah kali, danau, waduk sungai dan saluran di DKI Jakarta lantaran keberadaannya berdampak buruk terhadap lingkungan serta kesehatan. Diakui Rano, jumlah tangkapan yang didapat dari kegiatan hingga berton-ton cukup mengagetkan lantaran melebihi dari perkiraannya.
Karena itu, Rano mengaku akan mengkaji sejumlah opsi penanganan hasilnya tangkapan agar lebih manfaat. Dicontohkannya, penanganan hasil tangkapan ikan sapu-sapu di Brazil dimanfaatkan menjadi arang.
Contoh pemanfaatan hasil tangkapan ikan sapu-sapu itu menurut Rano juga telah disampaikannya ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta agar menjadi masukan. Sebagai langkah sementara, Rano mengaku tangkapan ikan yang didapat petugas akan dimatikan lebih dahulu sebelum dikubur.
"Tapi sebetulnya teknologi yang dilakukan oleh Brazil, itu ternyata bisa diolah dan bahkan bisa menjadi bahan kayak arang gitu loh," tandasnya.