Jumat, 17 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 205
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan arahan dalam penutupan acara BUMD Leaders Forum 2026 yang diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (17/4).
Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya penguatan konsolidasi, tidak bersifat ego sektoral, serta transformasi BUMD agar dapat bersaing di kancah internasional.
"membangun corporate culture,"
"Tadi saya menegaskan bahwa mengharapkan agar dalam satu tahun ke depan para BUMD ini untuk melakukan konsolidasi," ujar Pramono.
Gubernur menyoroti masalah klasik yang sering menghambat perkembangan Jakarta, yakni besarnya ego di antara pejabat BUMD yang menghambat komunikasi. Ia mencontohkan upaya integrasi antara kawasan Ancol dan Jakarta International Stadium (JIS).
Integrasi tersebut dilakukan dengan membangun jembatan sepanjang 350 meter dan dengan rencana masuknya jalur KRL di antara kedua kawasan tersebut pada Juni mendatang.
"Padahal Ancol itu mayoritas dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sebelahnya ada JIS juga oleh Pemerintah DKI Jakarta. Sudah berjalan begitu lama antara JIS dan Ancol tidak pernah disinergikan," ucapnya.
Agar BUMD semakin berkembang, Gubernur memberikan ruang seluas-luasnya bagi BUMD untuk melakukan ekspansi ke luar Jakarta maupun luar negeri. Ia mencontohkan beberapa BUMD yang telah siap melakukan ekspansi bisnis, di antaranya Bank Jakarta, PAM Jaya, Dharma Jaya, MRT, hingga Transjakarta.
"Saya juga memberikan ruang kesempatan karena banyak BUMD-BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah siap untuk tidak menjadi pemain lokal, tapi bertarung ke luar," kata dia.
Gubernur pun berkomitmen untuk membangun corporate culture yang sehat, disiplin, dan transparan. Ia juga berpesan agar BUMD Jakarta dikelola secara profesional dan tidak dibebani persoalan-persoalan yang tidak produktif.
"Mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dikelola secara profesional, tidak dibebani persoalan-persoalan politik yang tidak penting, saya yakin BUMD Jakarta mudah-mudahan akan banyak yang makin sehat," jelas dia.
Dalam acara ini, Pramono juga mengingatkan tantangan besar Jakarta saat ini yakni kondisi geopolitik global dan fenomena El Nino yang diprakirakan akan berlangsung hingga September mendatang.
Ia meyakini dua tekanan tersebut akan memberikan dampak bagi Jakarta, baik di sektor energi maupun pangan. Karena itu, Pramono meminta jajaran BUMD untuk menyiapkan langkah antisipasi.
"Sehingga dengan demikian tahun ini kalau kita cara berpikirnya masih dengan pola lama, saya yakin pasti menyelesaikan persoalan ini juga dengan pola lama," kata dia.
Sementara Kepala Badan Pembinaan BUMD Pemprov DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat menyampaikan, kegiatan ini merupakan forum strategis sebagai wadah kolaborasi dan sinergi antar-BUMD untuk menjawab berbagai permasalahan dan optimalisasi potensi yang dimiliki BUMD.
Dalam forum ini juga dibahas upaya akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui pembiayaan kreatif dan sinergi pembiayaan perbankan.
"Untuk triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank DKI untuk tiga BUMD, yaitu PT Transjakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Cipinang dengan total kredit sebesar Rp1,2 triliun," ujarnya.
Selain itu, juga dibahas mengenai optimalisasi kinerja investasi dan pengembangan bisnis melalui strategi penjaminan proyek strategis oleh PT Jamkrida Jakarta.
"Harapannya seluruh proyek yang dilakukan oleh BUMD difasilitasi penjaminannya oleh PT Jamkrida Jakarta," tandas Syaefuloh.