Selasa, 14 April 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 149
(Foto: Istimewa)
Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Pusat Rismasari, menyatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas penyajian informasi agar lebih informatif dan mudah diakses masyarakat.
"Fokus kami adalah menghadirkan hospitalitas layanan bagi pasien,” ucap Risma, saat menerima kunjungan Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta serta menerima hasil rekomendasi E-Monev 2025, akhir pekan kemarin.
Belajar mengemas informasi agar lebih informatif
Menurut Risma visitasi KI DKI sebagai momentum pembelajaran bagi pihaknya untuk meningkatkan kualitas layanan informasi, khususnya di sektor kesehatan.
“Kami perlu memahami pengendalian hukum bagi tenaga kesehatan yang ditopang komunikasi dan informasi," tukasnya.
“Bersama KI, kami belajar mengemas informasi agar lebih informatif dan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sebagai pengguna layanan,” tambahnya.
Sementara, Wakil Ketua KI DKI Jakarta, Luqman Hakim Arifin mengungkapkan bahwa data dan informasi merupakan kekuatan utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Keterbukaan informasi tidak boleh dipandang sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan strategis bagi setiap badan publik," imbuhnya.
Diakui Luqman, hasil monitoring dan evaluasi (e-monev) 2025 menunjukkan hanya sekitar 10–20 persen badan publik yang masuk kategori informatif. Hal ini menjadi tantangan bagi pihaknya untuk meningkatkan kualitas layanan informasi.
“E-Monev merupakan metode sederhana untuk menilai keterbukaan informasi. Ke depan, badan publik harus lebih serius menata pengelolaan data dan informasi sesuai amanat UU KIP Nomor 14 Tahun 2008,” tandasnya