Selasa, 14 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 163
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026. Kegiatan perdana ini difokuskan kepada 708 anggota Satlinmas di Jakarta Selatan.
"Optimalisasi peran Linmas"
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, Satriadi Gunawan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Satriadi menjelaskan, Jakarta Selatan dipilih sebagai lokasi pertama karena dinilai sebagai wilayah terbaik dalam implementasi Satlinmas.
"Salah satu indikatornya adalah hampir seluruh kelurahan di Jakarta Selatan telah memasang papan struktur organisasi Satlinmas, sementara di wilayah lain belum sepenuhnya terlaksana," ujarnya, Selasa (14/4).
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergisitas kewilayahan antara Satpol PP dan para lurah selaku kepala satuan tugas (Kasatgas) Linmas.
Selain itu, pelatihan ini juga diarahkan untuk membentuk sikap disiplin, sigap, dan tanggap anggota dalam menghadapi potensi gangguan ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum), serta penanganan bencana seperti banjir.
"Kita ketahui saat ini Jakarta menempati peringkat kedua sebagai kota paling aman di Asia Tenggara. Hal ini sejalan dengan program Jaga Jakarta dan menjadi tantangan bagi kita untuk mempertahankan prestasi tersebut melalui optimalisasi peran Linmas," terangnya.
Satriadi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anggota Satlinmas.
"Upaya tersebut antara lain melalui penyusunan peraturan gubernur (Pergub) sebagai payung hukum, pemberian jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, serta penyediaan sarana operasional seperti perahu karet dan jaket pelampung untuk kondisi darurat," bebernya.
Ia juga menginginkan agar petugas keamanan lingkungan di tingkat RT/RW yang selama ini dibiayai secara swadaya dapat diintegrasikan menjadi bagian dari Satlinmas di bawah koordinasi lurah.
"Tahun ini, sebanyak 708 dari total 1.300 anggota Satlinmas di Jakarta Selatan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas. Sementara sisanya akan diikutsertakan di 2027," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho menambahkan, Pemkot Jakarta Selatan menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan tersebut.
Ia menyebut, sangat penting untuk mewujudkan gerakan "Linmas Reborn" untuk menghapus stigma lama yang menganggap Linmas kurang profesional.
"Ekspektasi masyarakat terhadap Linmas sangat besar. Sejak era Hansip hingga menjadi Linmas, citra mereka kerap dipandang sebelah mata. Hal ini yang mendorong kami untuk membangkitkan kembali peran Linmas agar menjadi teladan di tingkat nasional," imbuhnya.
Ali memaparkan, pemberdayaan Linmas harus difokuskan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan kesejahteraan, kualitas SDM dan regenerasi berkelanjutan, serta perlindungan kerja di lapangan.
"Linmas tidak akan menjadi kuat tanpa dukungan semua pihak. Semoga upaya ini membawa manfaat besar bagi kemajuan Jakarta Selatan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat," tandasnya.