Kamis, 09 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 195
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Tomy Fudihartono meminta jajaran Suku Dinas Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, etos kerja, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
"Tugas mulia yang menuntut profesionalitas"
Hal ini disampaikan Tomy saat menghadiri kegiatan pengembangan wawasan pegawai KORPRI, wawasan keagamaan Islam, serta silaturahmi pegawai Suku Dinas Kesehatan, RSUD, dan puskesmas di Ruang Dirgantara, Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Tomy mengatakan, kegiatan tersebut memiliki makna penting dan strategis, tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman nilai keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat integritas dan semangat pengabdian aparatur, khususnya di sektor kesehatan.
"Pekerjaan di sektor kesehatan merupakan tugas mulia yang menuntut profesionalitas, kepedulian sosial, serta ketulusan hati," ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menambahkan, penguatan wawasan keagamaan dapat menjadi landasan moral dan spiritual dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis, amanah, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
"Saya berharap kegiatan ini dapat menambah ilmu, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta mendorong implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai ASN," terangnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menjelaskan, kegiatan tersebut mengusung tema "Sucikan Hati, Perkuat Sinergi Menuju Jakarta Global yang Berdaya Saing".
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan pentingnya keseimbangan antara profesionalitas dan kekuatan spiritual dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan.
"Sebagai insan kesehatan, kita tidak hanya dituntut unggul secara profesional, tetapi juga harus memiliki kekuatan spiritual dan akhlak yang baik dalam memberikan pelayanan," ungkapnya.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat integritas, meningkatkan empati, serta meneguhkan komitmen bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tapi juga pada nilai kemanusiaan dan keikhlasan.
"Pelayanan kesehatan bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga bentuk kepedulian dan kemanusiaan," tandasnya.