Digitalisasi Pembayaran Gunakan QRIS Diterapkan di Pasar Palmeriam

Rabu, 08 April 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 1335

IMG 20260408 WA0083

(Foto: Nurito)

Upaya mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di DKI Jakarta terus diperkuat melalui program Digitalisasi Pasar Inklusif 3.0. Salah satunya diterapkan di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur yang kini semakin adaptif terhadap sistem transaksi digital.

"Ekosistem pasar yang lebih modern"

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Lily Mochamad Sadeli mengatakan, program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, serta Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).

Menurutnya, program yang resmi dimulai pada 13 Februari 2026 tersebut menyasar 20 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya dan berlangsung selama satu bulan.

"Digitalisasi pasar inklusif tahap 3 ini menjadi wujud komitmen menghadirkan ekosistem pasar yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi sebagai penggerak perekonomian Jakarta," ujarnya, Rabu (8/4).

Lily menjelaskan, implementasi digitalisasi ini berdampak nyata terhadap peningkatan transaksi non-tunai, khususnya melalui QRIS. Hal ini tercermin dari bertambahnya merchant baru.

"Kami juga mencatat meningkatnya volume dan nominal transaksi digital, termasuk pada layanan pendukung seperti parkir dan fasilitas pasar lainnya," terangnya.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto menambahkan, pihaknya terus mendorong para pedagang untuk beralih ke sistem pembayaran digital. Dari total 153 pasar tradisional yang dikelola, sebanyak 60 pasar telah menerapkan digitalisasi.

"Tahun ini kami menargetkan tambahan 50 pasar lagi. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, dan perbankan untuk memberikan edukasi kepada pedagang," bebernya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari para pelaku usaha. Pedagang kue di Pasar Palmeriam, Aimul Chairi (45) mengaku telah menggunakan QRIS selama tiga tahun terakhir dan merasakan manfaatnya secara langsung.

"Pembeli sekarang lebih sering pakai non-tunai. Jadi lebih praktis, tidak perlu menyiapkan banyak uang kembalian dan lebih aman dari uang palsu," tandasnya.

BERITA TERKAIT
Melihat Pedagang Pasar Gondangdia Bertansaksi Menggunakan QRIS

Melihat Aktivitas Transaksi Digital di Pasar Gondangdia

Kamis, 07 Agustus 2025 1494

Pasar modern kombongan rezap

Komisi B Harap Revitalisasi Pasar Jadi Contoh Modernisasi Pasar Tradisional

Senin, 06 April 2026 907

Dki tiongkok ppkukm fakhri ist

Jakarta-Tiongkok Kerja Sama Perluas Pasar UMKM

Kamis, 02 April 2026 1269

BERITA POPULER
895 Guru PPPK Jakut dan Kepulauan Seribu Perpanjang Kontrak Kerja

Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

Senin, 28 September 2026 1330

PMI Jaksel CFD HI tiyo

Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

Minggu, 27 September 2026 1350

Hbkb rasuna said bilal

Uji Coba HBKB Dua Kali Sepekan Diminta Terbatas

Kamis, 24 September 2026 1321

Dany ramdany

Pemkot Jakpus Jamin Pengadaan Tanah Proyek MRT Thamrin - Kwitang Dilakukan Terbuka

Kamis, 24 September 2026 1174

Penataan Kawasan Unggulan Ciracas nur

Penataan Kawasan Unggulan di Ciracas Usung Konsep Penghijauan Lingkungan

Jumat, 25 September 2026 1045

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks