Rabu, 08 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 107
(Foto: Anita Karyati)
Puluhan personel gabungan lintas sektor melaksanakan kegiatan Bina Tertib Praja di enam kecamatan se-Jakarta Utara. Kegiatan ini bertujuan menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan di ruang publik.
"Menjaga ketertiban umum"
Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Budhy Novian mengatakan, Bina Tertib Praja merupakan upaya preventif dan persuasif dalam menata pelanggaran ketertiban umum, khususnya di titik-titik rawan.
"Melalui kegiatan ini, kami mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar mematuhi aturan yang berlaku," ujarnya, Rabu (8/4).
Ia merinci, dalam kegiatan tersebut petugas menertibkan sejumlah pelanggaran. Sebanyak 72 pedagang kaki lima (PKL) diimbau agar tidak berjualan di lokasi terlarang.
"Ada juga sebanyak 21 pengemudi ojek online yang kami minta untuk tidak memarkirkan kendaraannya di trotoar," terangnya.
Budhy menjelaskan, dalam Bina Tertib Praja tersebut juga dilakukan penindakan menindak lima kendaraan roda dua dengan sanksi cabut pentil karena melanggar aturan parkir. Kemudian, lima 'pak ogah' diamankan dan diserahkan ke Suku Dinas Sosial Jakarta Utara untuk pembinaan lebih lanjut.
"Untuk tiap kecamatan, kami mengerahkan sekitar 30 hingga 40 personel gabungan dari unsur tiga pilar, yakni pemerintah daerah, TNI, dan Polri," ungkapnya.
Ia menambahkan penertiban dilakukan secara serentak di enam kecamatan, seperti di Jalan Kramat Raya di Kecamatan Koja, Jalan Lodan Raya di Kecamatan Pademangan, Jalan Tenggiri dan Jalan Sunter-Kemayoran di Kecamatan Tanjung Priok, Jalan Raya Cilincing di Kecamatan Cilincing, serta Jalan Boulevard Raya di Kecamatan Kelapa Gading.
Ia berharap, melalui kegiatan ini masyarakat dapat lebih sadar dan disiplin dalam mematuhi aturan agar tercipta lingkungan yang tertib dan nyaman bagi semua.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban umum dan memanfaatkan fasilitas publik sesuai peruntukannya," ucapnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Kelapa Gading Barat, Sandria (28) mengapresiasi penertiban tersebut karena membuat lingkungan menjadi lebih aman dan nyaman
"Sekarang jadi lebih tertib, trotoar juga bisa digunakan pejalan kaki. Semoga pengawasan dapat dilakukan secara rutin agar ketertiban di lingkungan tetap terjaga," tandasnya.