Rabu, 08 April 2026 Reporter: Tiyo Surya Sakti Editor: Toni Riyanto 337
(Foto: Tiyo Surya Sakti)
Puskesmas Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, terus memperkuat layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini penyakit di masyarakat. Sepanjang Januari hingga 7 April tahun ini, tercatat sebanyak 23.927 warga telah memanfaatkan layanan tersebut.
"Kondisi kesehatan masyarakat sedini mungkin"
Kepala Puskesmas Kecamatan Cilandak, Sunersi Handayani mengatakan jumlah tersebut telah mencapai sekitar 10 persen dari target tahunan sebesar 46 persen.
"CKG merupakan upaya skrining untuk mengenali kondisi kesehatan masyarakat sedini mungkin. Sehingga, apabila ditemukan masalah kesehatan, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat," ujarnya, Rabu (8/4).
Sunersi menjelaskan, program CKG saat ini sudah mengalami penyesuaian. Sebab, masyarakat tidak perlu menunggu hari ulang tahun untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
"Layanan CKG kini terbuka untuk semua warga dan terbagi dalam dua kategori, yaitu paket cepat dan paket lengkap," terangnya.
Ia merinci, untuk CKG paket cepat diberikan layanan di tingkat komunitas, seperti Posyandu, majelis taklim, hingga lingkungan rukun warga (RW). Pemeriksaan berlangsung kurang dari satu jam, meliputi pengecekan gula darah, berat badan, dan tinggi badan.
Sementara, untuk CKG paket lengkap dilaksanakan di Puskesmas dengan pemeriksaan yang lebih komprehensif, termasuk pemeriksaan laboratorium dan kesehatan gigi. Layanan ini memerlukan waktu sekitar setengah hari.
"Warga yang telah mengikuti paket cepat akan diprioritaskan untuk mendapatkan undangan melalui WhatsApp mengikuti lanjutan paket lengkap," bebernya.
Sunersi memaparkan, berdasarkan hasil skrining di wilayah Cilandak, terdapat tiga masalah kesehatan utama yang paling banyak ditemukan, yaitu hipertensi, obesitas, dan gangguan kesehatan gigi.
"Khusus untuk kesehatan gigi, angka temuannya cukup tinggi, hampir mencapai 90 persen dengan keluhan utama berupa karang gigi dan gigi berlubang," bebernya.
Ia menambahkan, kendala utama dalam pelaksanaan CKG adalah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya skrining kesehatan secara rutin.
"Kami terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan, baik terkait manfaat maupun alur pendaftaran secara daring agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan optimal," imbuhnya.
Sunersi berharap, melalui program ini masyarakat dapat semakin peduli dan proaktif dalam melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya menjaga kualitas hidup.
"Untuk memastikan capaian program tetap optimal, kami melakukan evaluasi rutin setiap triwulan agar seluruh lapisan masyarakat di wilayah Cilandak dapat terjangkau," tandasnya.