Senin, 06 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 601
(Foto: Istimewa)
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu mendukung langkah Pemprov DKI yang menurunkan billboard promosi film horor 'Aku Harus Mati'.
Menurutnya, tindakan tersebut sudah tepat karena iklan tersebut menuai polemik di masyarakat. Selain itu, Konten film tersebut dinilai memuat pesan sensitif yang berpotensi mengganggu kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak yang melintas di ruang publik.
"Memang harus dilakukan,"
“Saya rasa sudah tepat dan memang harus dilakukan,” ujar Kevin, Senin (6/4).
Kevin menilai, konten iklan yang mengandung unsur menyeramkan perlu diatur lebih ketat. Pasalnya, media luar ruang seperti billboard tidak memiliki batasan audiens.
“Dalam konteks iklan film, sebenarnya sudah ada pengelompokan usia penonton. Namun ketika ditampilkan di billboard, kita tidak bisa memilah siapa yang melihat. Berbeda dengan di dalam ruang pemutaran film yang sudah memiliki aturan,” jelasnya.
Ia pun mendorong adanya regulasi yang lebih jelas terkait konten visual pada media luar ruang.
Di sisi lain, Kevin juga mengimbau para pelaku industri kreatif agar lebih mempertimbangkan dampak visual terhadap masyarakat, terutama anak-anak.
“Kami mendukung industri kreatif, tetapi perlu ada empati. Jangan sampai konten yang belum layak untuk kelompok usia tertentu justru tersebar luas tanpa penyaringan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kekhawatiran serupa juga dirasakan banyak orang tua dan masyarakat. Ia mengingatkan, jika hal ini dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul iklan-iklan lain yang melampaui batas usia yang semestinya.
Lebih lanjut, Kevin juga menyoroti pentingnya pengaturan teknis billboard, seperti pencahayaan. Menurutnya, cahaya yang terlalu terang berpotensi mengganggu konsentrasi pengendara, terutama pada malam hari.
“Jika pencahayaan mengganggu pengguna jalan, apalagi hingga menimbulkan silau pada malam hari, hal ini bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Ini yang perlu kita waspadai,” tandasnya.