Senin, 06 April 2026 Reporter: Anita Karyati Editor: Toni Riyanto 304
(Foto: Anita Karyati)
Warga Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengapresiasi penanganan sampah di kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono. Kondisi lokasi yang sebelumnya menjadi tempat penampungan sampah (TPS) liar kini sudah jauh lebih bersih dan tertata.
"Sudah bersih dan ditutup untuk umum"
Ketua RT 06/05, Kelurahan Sungai Bambu, Ridwan (50) mengatakan, warga merasakan langsung dampak positif dari penanganan sampah tersebut.
"Sekarang lokasi sudah bersih dan ditutup untuk umum. Semoga ada solusi TPS baru yang lebih representatif nantinya," ujarnya, Senin (6/4).
Ridwan menjelaskan, TPS Kencana memang telah lama menjadi lokasi pembuangan sampah. Namun, sebagian besar volume sampah yang sebelumnya menumpuk berasal dari luar wilayah Sungai Bambu.
"Kalau dari warga sini sebenarnya tidak terlalu banyak. Tapi, dari luar wilayah yang justru banyak ikut buang di sini," terangnya.
Ia menambahkan, kondisi lingkungan saat ini sudah semakin membaik. Bau tidak sedap yang sebelumnya dikeluhkan warga mulai berkurang seiring dengan penanganan yang dilakukan.
Menurutnya, warga terus diedukasi dan diajak melakukan pemilahan sampah dari sumber setiap minggu dengan melibatkan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
"Kami sudah punya program pilah sampah setiap minggu bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup. Semoga tidak terjadi lagi penumpukan sampah di TPS Kencana dan kebersihan lingkungan tetap terjaga," harapnya.
Sementara itu, Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar menjelaskan, kondisi TPS kini telah tertata lebih baik. Penumpukan sampah sebelumnya terjadi akibat gangguan dalam proses pengangkutan.
"Mulai awal April sudah ditangani oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup. Ke depan, kawasan sekitar juga akan kami tata," ungkapnya.
Ia menuturkan, sebagai solusi jangka pendek, pihak kelurahan bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup akan menerapkan sistem pembuangan menggunakan armada compactor.
Untuk itu, warga diminta membuang sampah langsung dari gerobak ke kendaraan tersebut agar proses pengangkutan lebih cepat dan area tetap bersih.
"Setelah dua armada compactor terisi setiap hari, pembuangan langsung ditutup dan lokasi segera dibersihkan. Jadi area tetap rapi dan tidak ada penumpukan," bebernya.
Ia menuturkan, waktu operasional pembuangan sampah dibatasi mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 14.00 WIB atau hingga dua unit compactor terisi penuh. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan ketertiban serta mencegah penumpukan sampah di luar jam operasional.
"Kami sepakat hanya melayani sampah dari warga Sungai Bambu. Wilayah lain diminta membuang sampah di tempatnya masing-masing," tandasnya.