Gerakan Pilah Sampah dari Sumber Diminta Digencarkan

Senin, 06 April 2026 Reporter: Aldi Geri Lumban Tobing Editor: Erikyanri Maulana 1104

Dinas lh pilah sampah gery ist

(Foto: Istimewa)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak para wali kota, camat, hingga lurah untuk mengambil peran aktif dalam menggerakkan ‘Gerakan Pengurangan dan Pilah Sampah dari Sumber’ di tengah masyarakat.

Langkah yang diimbau Gubernur Pramono ini dinilai menjadi kunci penting untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta secara lebih berkelanjutan.

"dilakukan secara konsisten dan masif,"

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan penanganan sampah tidak bisa terus bergantung pada pengangkutan dan penimbunan semata. Menurutnya, upaya yang lebih mendasar perlu dimulai dari rumah tangga, sebagai sumber utama timbulan sampah.

“Pemilahan sampah dari sumber harus dilakukan secara konsisten dan masif agar benar-benar berdampak pada pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang,” ujarnya, Senin (6/4).

Asep menyampaikan, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada koordinasi yang kuat di tingkat wilayah, mulai dari kota, kecamatan, hingga kelurahan. Peran para pemangku wilayah menjadi krusial dalam mengedukasi, menggerakkan, sekaligus memastikan kebiasaan pilah sampah dapat berjalan di tengah masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga berharap walikKota, camat, dan lurah mengaktifkan kembali berbagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang selama ini telah tersedia sebagai bagian dari penguatan tersebut.

“Bidang Pengelola Sampah (BPS) di tingkat RW, misalnya, diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas pengelolaan sampah di lingkungan warga,” katanya.

Ia menjelaskan, pengolahan sampah organik melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF) juga perlu dihidupkan kembali. Asep menilai, metode ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah sisa makanan yang selama ini mendominasi timbulan sampah rumah tangga. Di sisi lain, penguatan bank sampah juga terus didorong sebagai sarana pengelolaan sampah daur ulang.

“Tidak hanya membantu mengurangi sampah, keberadaan bank sampah juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.

Asep mengingatkan, persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, komunitas, hingga warga. Ia menambahkan, upaya pengelolaan sampah akan lebih efektif dan berkelanjutan dengan kerja bersama.

“Ketika pemilahan sudah menjadi kebiasaan di rumah seperti memisahkan sisa makanan, plastik, dan tidak mencampurnya dalam satu wadah maka kita sedang membangun budaya baru. Dampaknya akan sangat besar, tidak hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga kesehatan dan kualitas hidup masyarakat,” tandasnya.

BERITA TERKAIT
Kontribusi Bank Sampah Lestari Lakukan Pemilahan Sejak Dini tiyo

Dinas LH DKI Pertegas Komitmen Pengurangan Sampah dari Sumber

Jumat, 27 Maret 2026 1336

Petugas sedang memilah sampah yang ada

Kontribusi Bank Sampah Lestari Lakukan Pemilahan Sejak Dini

Kamis, 11 September 2025 2579

Bank sampah koepoe rorotan anita

Kelurahan Rorotan Jadi Percontohan Pemilahan Sampah 100 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 1412

BERITA POPULER
Penertiban PKL Sungai Bambu anita 01

Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

Rabu, 21 Oktober 2026 2357

Puskesmas matraman otoy

Surveilans Influenza A di Jakarta Diperkuat, Warga Diimbau Tetap Tenang dan Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 3829

Konpers Jakarta Esports 2026 ist

Jakarta Esports 2026 Hadirkan Panggung Game Lokal, Musik, dan Kreativitas

Senin, 19 Oktober 2026 2655

Bpbd omc ist

Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

Rabu, 21 Oktober 2026 1123

Edukasi Pilah Sampah pulau panggang anita

Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

Selasa, 20 Oktober 2026 1200

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks