Rabu, 01 April 2026 Reporter: Dessy Suciati Editor: Erikyanri Maulana 143
(Foto: Reza Pratama Putra)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Hal ini disampaikan Pramono dalam sambutannya pada kegiatan kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII Tahun Anggaran 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/4).
"Kami melakukan berbagai terobosan,"
"Kebetulan ini adalah satu tahun lebih satu bulan pemerintahan yang saya pimpin di Jakarta. Kami melakukan berbagai terobosan untuk menjaga momentum agar pertumbuhan ekonomi di Jakarta itu terjaga dengan baik," ujar Pramono.
Ia pun kemudian memaparkan capaian makro ekonomi Jakarta tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,21 persen, melampaui angka nasional di 5,11 persen. Sebagai penyumbang 16,61 persen PDB nasional, Jakarta mampu menjaga inflasi tetap terkendali di angka 2,5 persen.
"Jadi Jakarta ini walaupun kecil tapi memberikan kontribusi 16,61 persen GDP nasional. Sehingga dengan demikian, apapun Jakarta harus dimanage secara baik," katanya.
Salah satu upaya Pemprov DKI untuk mendongkrak ekonomi Jakarta yakni melalui penyelenggaraan berbagai acara keagamaan dan budaya, mulai dari Christmas Carol, Imlek, pawai Ogoh-ogoh, hingga program Jakarta Festive Wonder selama Ramadan hingga lebaran.
Melalui program tersebut, Pemprov DKI mencatatkan transaksi sebesar Rp67,57 triliun yang berdampak positif pada realisasi penerimaan pajak tercatat sebesar Rp7,3 triliun.
Oleh sebab itu, Pramono pun menekankan pentingnya merawat keberagaman dan kebersamaan yang mampu memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan keamanan.
"Ini pasti menjadi hal yang utama buat Lemhannas. Keberagaman yang selama ini menjadi isu paling sensitif di Jakarta, itu bisa dilewati dengan sangat baik," ucap Pramono.
Pramono melanjutkan, dalam hal pembangunan, Pemprov DKI memanfaatkan dana non-APBD, seperti dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Dana KLB ini salah satunya dimanfaatkan untuk pembangunan dan pengembangan Taman Bendera Pusaka.
"Memang terobosan-terobosan inilah yang harus dilakukan biaya untuk membangun itu dan kemudian juga pengaturan banjir kurang lebih 100 miliar rupiah, tidak ada menggunakan dana APBD," jelasnya.
Di akhir sambutannya, Pramono berharap Pemprov DKI dan Lemhannas bisa terus meningkatkan sinergi dan kerja sama.
Sementara Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung atas keterbukaan Pemprov DKI sebagai lokus studi.
Ia menyampaikan tema P3N kali ini, yakni kebijakan ekonomi nasional dalam rangka meningkatkan kedaulatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Menurut Ace, Jakarta memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah situasi global saat ini.
Melalui proses pendidikan P3N ini, Ace berharap para peserta menjadi pemimpin nasional yang bermoral, beretika, berkarakter negarawan, dan memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat.
"Ini penting kami tanamkan karena memang bangsa kita membutuhkan para pemimpin-pemimpin nasional yang saat ini tentu kita dihadapkan pada situasi yang tidak mudah," tandas Ace.