Rabu, 01 April 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 187
(Foto: Istimewa)
PT MRT Jakarta (Perseroda) menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk menyusun metodologi serta menghitung reduksi emisi dari operasional MRT Jakarta. Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya penurunan emisi di sektor transportasi perkotaan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, bersama Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya.
"Perkuat proses validasi dan registrasi penurunan emisi,"
Penandatanganan turut disaksikan Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Board Member WRI Indonesia William Sabandar, serta Deputy Head of Low Carbon Infrastructure British Embassy Jakarta Phoebe Rimmer. Kolaborasi ini juga mendapat dukungan dari UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) Pemerintah Inggris.
Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menurunkan emisi sektor transportasi secara terukur. Fokus utama kolaborasi meliputi pengembangan metodologi perhitungan reduksi emisi melalui survei peralihan moda (mode shift) serta inventarisasi jejak karbon.
“Selain itu, kerja sama ini juga akan memperkuat proses validasi dan registrasi penurunan emisi melalui Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), sekaligus membuka peluang pengembangan Nilai Ekonomi Karbon (NEK),” ujar Tuhiyat, Rabu (1/4).
Menurut Tuhiyat, hasil perhitungan tersebut tidak hanya sejalan dengan Peta Jalan Keberlanjutan MRT Jakarta 2022–2030, tetapi juga memperkuat tata kelola pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi agar lebih kredibel, transparan, dan akuntabel.
“Rencananya kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun ke depan,” katanya.
Sementara itu, Managing Director WRI Indonesia, Arief Wijaya menekankan pentingnya pendekatan berbasis data untuk memperkuat kontribusi transportasi publik dalam aksi iklim.
“Selama ini, kontribusi transportasi publik terhadap penurunan emisi sering belum terlihat secara jelas dalam angka. Dengan metodologi yang kuat, kita bisa menunjukkan bahwa transportasi publik adalah salah satu intervensi paling strategis dalam mencapai target iklim perkotaan,” tuturnya.
Selain penandatanganan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan dialog strategis mengenai peran operator transportasi publik dalam mendukung dekarbonisasi transportasi perkotaan. Diskusi ini menghadirkan perwakilan dari Kementerian Perhubungan RI, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, MRT Jakarta, dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).