Rabu, 01 April 2026 Reporter: Folmer Editor: Budhy Tristanto 417
(Foto: Folmer)
Jajaran Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat diminta untuk memperkuat pendidikan karakter sejak dini, dengan menanamkan nilai empati, toleransi dan saling menghargai.
Hal ini diutarakan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, saat Halal Bihalal dan bersilaturahmi dengan ratusan guru di wilayah Suku Dinas Pendidikan II Jakpus, Rabu (1/4).
"Pendidikan merupakan pondasi bagi masa depan,"
Ditegaskan Arifin, pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak dan budaya saling menghargai.
"Pendidikan merupakan pondasi bagi masa depan," tegas Arifin.
Arifin mengungkapkan, ada beberapa tantangan dihadapi dunia pendidikan saat ini. Di antaranya transformasi digital, kesenjangan akses, peningkatan kualitas guru dan kurikulum, serta bullying dan tawuran pelajar .
"Masalah bullying dan tawuran tidak sekadar merusak masa depan anak anak, tetapi juga mencederai nilai luhur pendidikan," ucap Arifin.
Pemkot Jakpus, lanjut Arifin, akan terus mendukung program pencegahan bullying dan tawuran melalui pembinaan, sosialisasi serta penguatan kegiatan positif bagi pelajar.
"Jajaran Sudin Pendidikan harus satukan tekad untuk menjadikan Jakarta Pusat sebagai kota unggul dalam pendidikan, berkarakter dan berdaya saing global sekaligus bebas dari bullying dan tawuran," tandasnya.