Senin, 16 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 113
(Foto: Istimewa)
Omzet Bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kota Jakarta Timur mencatat omzet hingga Rp 148 juta dalam satu hari.
"Sungguh luar biasa karena hanya dalam sehari"
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Refi mengatakan, angka ini menjadi yang tertinggi di wilayah DKI Jakarta dalam kegiatan bazar serentak di lima wilayah kota pada Jumat (13/3) lalu. Capaian ini menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk-produk UMKM lokal.
"Alhamdulillah, omzet bazar kemarin mencapai Rp 148 juta. Ini sungguh luar biasa karena hanya dalam sehari omzetnya bisa sangat tinggi. Tentunya ini sangat membantu para pelaku usaha dalam memasarkan produknya kepada masyarakat," ujarnya, Senin (16/3).
Andi menjelaskan, selain bazar yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, pihaknya juga mengadakan program pangan murah di 10 kantor kecamatan.
"Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Lebaran saat sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga di pasar tradisional," terangnya.
Menurutnya, kegiatan bazar UMKM dan pasar pangan Ramadan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi daerah. Selain itu, kegiatan tersebut juga memudahkan masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok sekaligus produk UMKM dengan harga terjangkau.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, sementara para pelaku usaha atau Jakpreneur binaan kami juga dapat mempromosikan serta menjual produk-produknya," bebernya.
Ia menambahkan, bazar tersebut diikuti 40 Jakpreneur binaan Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur yang terdiri dari 33 pelaku usaha kuliner, tiga fesyen, dan empat kerajinan (craft).
Selain itu, untuk mengakomodir partisipasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Tim Penggerak PKK, panitia juga menyediakan lima tenda tambahan yang diisi oleh 10 wirausahawan.
"Rinciannya, ada lima pelaku usaha kuliner dan lima pelaku usaha kerajinan," ucapnya.
Ia menuturkan, terkait program Pasar Pangan Ramadan 2026, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur turut menggandeng sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Rajawali Nusindo, Perum Bulog, Perumda Dharma Jaya, Kompas Tepung Terigu, Perumda Pasar Jaya.
"Kami juga berkolaborasi dengan All Fresh Gedong dan Toys Kingdom yang tergabung dalam Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO)," tandasnya.