Jumat, 13 Maret 2026 Reporter: Nurito Editor: Toni Riyanto 222
(Foto: Nurito)
Sebanyak 60 pelaku usaha binaan (Jakpreneur) meramaikan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat. Kegiatan sehari ini dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, bersama Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin.
"Membantu pemasaran Jakpreneur"
Munjirin mengatakan, bazar tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah.
"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Suku Dinas PPKUKM dan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur," ujarnya, Jumat (12/3).
Menurutnya, bazar ini menjadi sarana untuk memperluas pemasaran produk para Jakpreneur sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan berbagai kebutuhan menjelang Lebaran.
"Melalui bazar ini kita ingin membantu pemasaran Jakpreneur di Jakarta Timur agar produk mereka semakin dikenal dan dibeli masyarakat," terangnya.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Andi Achmad Refi, menjelaskan bazar tersebut diikuti 30 stan yang diisi oleh 60 Jakpreneur. Berbagai produk yang ditawarkan mulai dari kuliner, hasil pertanian, hingga produk fesyen.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan enam pengampu serta 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang turut menghadirkan beragam pilihan produk bagi pengunjung.
"Bazar ini hanya digelar satu hari. Kami berkolaborasi dengan Sudin KPKP dan BUMD sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan untuk berbelanja," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto menambahkan, kegiatan ini juga diramaikan dengan Pasar Tumbuh yang menjual berbagai hasil pertanian dan perikanan dari perwakilan 10 kecamatan di Jakarta Timur.
Ia menuturkan, masyarakat bisa berbelanja sayur-mayur dan buah segar langsung dari petani, termasuk produk urban farming serta berbagai olahan pangan lokal.
"Dalam kegiatan hari ini tercatat omzet penjualan Pasar Tumbuh dari 36 kelompok tani mencapai Rp 42.132.200," bebernya.
Taufik merinci, omzet penjualan Pasar Tumbuh berasal dari Kecamatan Cakung sebesar Rp 4.783.000, Pulo Gadung Rp 3.040.000, Duren Sawit Rp 2.566.000, Matraman Rp 3.560.000, Jatinegara Rp 2.155.000, dan Makasar Rp 5.285.000.
"Untuk Kecamatan Kramat Jati Rp 4.630.000, Cipayung Rp 12.125.200, Ciracas Rp 2.966.000, serta Pasar Rebo Rp 932.000," imbuhnya.
Ia memaparkan, kegiatan ini juga menghadirkan produk olahan pangan lokal, takjil, serta produk unggulan Jakpreneur.
"Program ini turut didukung Baznas (Bazis) Jakarta Timur sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ketahanan pangan," tandasnya.