Komisi D Dukung Percepatan Pasar Kelola Sampah Mandiri

Sabtu, 14 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 1276

Sampah Berhasil Diangkut dariPasar IndukKramat Jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendukung percepatan pengelolaan sampah secara mandiri di kawasan pasar guna menekan volume pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

Menurut Yuke, pengelolaan sampah di pasar perlu mendapat perhatian serius, termasuk di Pasar Induk Kramat Jati. Ia menilai, perlu dipastikan apakah penanganan sampah di pasar akan dilakukan langsung oleh Perumda Pasar Jaya atau melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Sampah organik memiliki potensi ekonomi,"

Yuke juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta maupun investasi untuk mempercepat pengolahan sampah di pasar-pasar tersebut.

“Apakah nanti ditangani Pasar Jaya sendiri, bersama Dinas Lingkungan Hidup, atau melalui investasi dan kerja sama dengan pihak swasta, yang terpenting harus segera ditangani,” ujarnya, Sabtu (14/3).

Ia menjelaskan, sebagian besar sampah di pasar merupakan sampah organik yang memiliki potensi ekonomi cukup besar jika dikelola dengan baik. Sampah tersebut, tambah dia, dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk, maupun diolah melalui konsep ekonomi sirkular.

Yuke menekankan pentingnya penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari sumber timbulan, tahap pengelolaan menengah, hingga pengolahan di tahap akhir.

Menurutnya, upaya pengurangan sampah tidak boleh hanya berfokus pada pengolahan di hilir. Penguatan penanganan dari sumber juga harus menjadi perhatian utama.

“Selain memikirkan pengolahan di tahap akhir, penanganan dari sumber dan di tingkat menengah juga harus terus diupayakan. Semua tahapan tidak boleh diabaikan,” katanya.

Yuke juga menyoroti potensi pengolahan sampah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai dapat menjadi bahan baku pengolahan sampah organik.

“Sebetulnya ini peluang bisnis yang besar jika bisa bekerja sama dengan pihak yang membutuhkan, misalnya untuk pakan ternak, pupuk, atau pengolahan berbasis ekonomi sirkular,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya banyak pihak yang membutuhkan sampah pilahan sebagai bahan baku. Sebab itu, pemerintah perlu berperan mempertemukan komunitas pengelola sampah dengan pihak ketiga yang dapat mengolahnya.

“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana mempertemukan pihak yang membutuhkan dengan komunitas atau warga yang sudah memilah dan mengolah sampah di lingkungannya,” tandas Yuke.

BERITA TERKAIT
Bank sampah sehati otoy

Ketua DPRD Ajak Warga Aktif Pilah Sampah

Sabtu, 14 Maret 2026 1430

Penanganan tpst bantargebang longsor gery ist

Komisi D Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah di TPST Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 1111

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 2645

BERITA POPULER
Kebakaran j65 jelambar jakbar budi

17 Unit Pemadam Tangani Kebakaran di Permukiman Padat Jelambar

Senin, 14 September 2026 944

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Sudinhub Jakbar Rekayasa Lalin Kolong Fly Over Pesing

Senin, 14 September 2026 662

Pelajar murid siswa siswi penerima kjp jati

Komisi E Minta Verifikasi KJP tak Putus Bantuan di Tengah Tahun

Kamis, 10 September 2026 1219

IMG 20260909 WA0118

Trotoar Sepanjang Jalan Fachrudin Ditata Petugas Gabungan

Rabu, 09 September 2026 1312

Gempa kepulauan seribu ist2

Gempa di Perairan Pulau Seribu Tidak Akibatkan Kerusakan

Sabtu, 12 September 2026 892

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks