Komisi D Dukung Percepatan Pasar Kelola Sampah Mandiri

Sabtu, 14 Maret 2026 Reporter: Fakhrizal Fakhri Editor: Erikyanri Maulana 122

Sampah Berhasil Diangkut dariPasar IndukKramat Jati

(Foto: Nugroho Sejati)

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendukung percepatan pengelolaan sampah secara mandiri di kawasan pasar guna menekan volume pengiriman sampah ke TPST Bantargebang.

Menurut Yuke, pengelolaan sampah di pasar perlu mendapat perhatian serius, termasuk di Pasar Induk Kramat Jati. Ia menilai, perlu dipastikan apakah penanganan sampah di pasar akan dilakukan langsung oleh Perumda Pasar Jaya atau melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Sampah organik memiliki potensi ekonomi,"

Yuke juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta maupun investasi untuk mempercepat pengolahan sampah di pasar-pasar tersebut.

“Apakah nanti ditangani Pasar Jaya sendiri, bersama Dinas Lingkungan Hidup, atau melalui investasi dan kerja sama dengan pihak swasta, yang terpenting harus segera ditangani,” ujarnya, Sabtu (14/3).

Ia menjelaskan, sebagian besar sampah di pasar merupakan sampah organik yang memiliki potensi ekonomi cukup besar jika dikelola dengan baik. Sampah tersebut, tambah dia, dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk, maupun diolah melalui konsep ekonomi sirkular.

Yuke menekankan pentingnya penanganan sampah secara menyeluruh, mulai dari sumber timbulan, tahap pengelolaan menengah, hingga pengolahan di tahap akhir.

Menurutnya, upaya pengurangan sampah tidak boleh hanya berfokus pada pengolahan di hilir. Penguatan penanganan dari sumber juga harus menjadi perhatian utama.

“Selain memikirkan pengolahan di tahap akhir, penanganan dari sumber dan di tingkat menengah juga harus terus diupayakan. Semua tahapan tidak boleh diabaikan,” katanya.

Yuke juga menyoroti potensi pengolahan sampah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai dapat menjadi bahan baku pengolahan sampah organik.

“Sebetulnya ini peluang bisnis yang besar jika bisa bekerja sama dengan pihak yang membutuhkan, misalnya untuk pakan ternak, pupuk, atau pengolahan berbasis ekonomi sirkular,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya banyak pihak yang membutuhkan sampah pilahan sebagai bahan baku. Sebab itu, pemerintah perlu berperan mempertemukan komunitas pengelola sampah dengan pihak ketiga yang dapat mengolahnya.

“Potensinya sangat besar. Tinggal bagaimana mempertemukan pihak yang membutuhkan dengan komunitas atau warga yang sudah memilah dan mengolah sampah di lingkungannya,” tandas Yuke.

BERITA TERKAIT
Bank sampah sehati otoy

Ketua DPRD Ajak Warga Aktif Pilah Sampah

Sabtu, 14 Maret 2026 219

Penanganan tpst bantargebang longsor gery ist

Komisi D Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Sampah di TPST Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 212

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 1339

BERITA POPULER
Mudik Terminal Kampung Rambutan otoy

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Kamis, 12 Maret 2026 5740

IMG 20260309 WA0093

Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

Senin, 09 Maret 2026 6699

Jakarta siap bangun pltsa tangani masalah sampah

Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

Kamis, 12 Maret 2026 1339

Stok Pangan Jakarta Aman otoy

Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

Jumat, 13 Maret 2026 1083

Pemudik terminal kampung rambutan otoy

Pramono Minta Pemudik Lapor Pengurus Lingkungan

Jumat, 13 Maret 2026 792

Bagikan ke :
BANG JAKI +indeks
POTRET JAKARTA +indeks
VIDEO +indeks